FEM Indonesia – Selaku kreator dan pemilik rumah produksi musik, setiap waktu kata Rahayu Kertawiguna selalu tertantang untuk merilis single-single yang hits di pasaran musik tanah air.

Katanya, Ini bukan pekerjaan gampang tentu saja! Selain harus menjaga mood dan energi yang stabil, owner Nagaswara ini mengungkapkan bahwa perlu “bakar uang” yang tidak sedikit.

Selain itu, harus punya nyali, jurus baca peluang agar karya-karya Iagu dapat beradaptasi di telinga dan hati para pecandu musik.

“Judul di atas saya maknai, ini adalah hari terakhir di bulan November 2022. Besok kita mulai menapaki bulan Desember. Tentunya karya musik yang dipersembahkan harus selalu “on the track”, berjalan dengan semestinya,” ujarnya.

Setiap bulannya, tambah Rahayu, Nagaswara harus menghadirkan karya Iagu anak negeri. Dan di November ini telah merilis 8 karya Iagu dengan berbagai genre, lalu akan bersambung ke bulan Desember dengan Iagu-Iagu yang menarik untuk ditunggu.

“Satu di antaranya adalah Iagu yang Iagi atau tengah viral di masyarakat. Lagu tersebut berasal dari provinsi Lampung, “Cak Culai Nabuy Nabuy”. Lagu ini dalam waktu dekat akan dirilis dengan konsep kreatif musik yang brilian, dan di make over sesuai trend musik terkini,” jelasnya.

Sebenarnya, Iagu yang Iagi viral di tengah masyarakat bukan hanya ini saja yang pernah diproduksi NAGASWARA. Sebelumnya ada Iagu “Tinggal Kenangan (Jauh)” yang dinyanyikan Caramel band dan “Keong Racun” oleh Sinta Jojo. Masih banyak Iagi. Ada sebuah pertanyaan mendasar, mengapa Iagu-Iagu yang tengah viral di-make over dan dirilis ulang secara resmi. Jawabnya adalah berkaitan dengan tingkat kepercayaan publik, terutama si pencipta Iagu yang menaruh “trust”-nya.

“Jawaban inilah yang menurut saya menjadi bagian dari “on the track” Nagaswara di dunia musik. Bye-bye November, welcome Desember, Salam “No Music No Life!,” pungkas Rahayu.