FEM Indonesia – Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia menjadikan pemerintah membuat aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun pada 31 Desember 2022, pemerintah mencabut aturan tersebut. Bak pucuk dicinta ulam tiba, keputusan Presiden Jokowi itu disambut baik pusat perbelanjaan Central Park dengan kembali mengemas kembang api sebagai ciri khas kakak Neo Soho Mall ini tiap awal Tahun Baru 1 Januari dan hari Natal 25 Desember.
“Kembang api akhirnya kembali dinyalakan lantaran peraturan pemerintah sudah diperbolehkan, dilonggarkan. Bersamaan juga dengan PPKM yang dicabut, jadi Central Park sudah mendapat izin untuk menyalakan fire work dan ini pun yang sudah ditunggu-tunggu customer. Jadi kalau kita bikin event, enggak ada fireworknya, semua pada nanya, kapan nih fireworknya?,” ujar Asst. Marcomm & Relations General Manager, Silviyanti Dwi Aryati dengan nada riang saat berbincang dengan Femindonesia.com.
Yanti, sapaan kesehariannya, menambahkan pada penyalaan kembang api ini terdapat sekira 6000 tembakan. Pihaknya pun belum berani menyalakan firework yang lebih besar tembakan lantaran adanya aturan yang harus ditaati.
“Memang kami belum berani tembakan yang besar-besar karena memang yang sudah-sudah ada pembatasan besaran firework, jadi ada aturannya. So, yang kami lakukan adalah variasinya yang beda sehingga tak sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Lantaran firework memiliki 6000 tembakan dengan ragam variasi, pihaknya tetap mengedepankan keamanan sehingga para pengunjung dapat menikmati keindahan kembang api di berbagai sudut Tribeca Park dan sekitar Central Park dan Neo Soho Mall.
“Jadi nanti setengah jam sebelum firework, bahkan 1 jam, kami akan ada pengosongan. Jadi sudah ada area-area yang harus disterilkan. Sebab jarak tembakan firework dengan customer enggak boleh terlalu dekat, supaya tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Jadi ada beberapa akses yang akan kami tutup, biar enggak ada accident,” tutur Yanti.
Untuk diketahui firework ini selalu menarik perhatian pengunjung. Tak heran sejak diadakan beberapa tahun lalu, penyalaan kembang api ini, jumlah pengunjung mengalami peningkatan bahkan sempat menjadi rekor.
“Ya kalau saya lihat, mungkin tahun baru 2019 yang terakhir, itu puncaknya traffic customer Central Park mencapai lebih kurang 200 ribuan. Ya mudah-mudahan sudah kembali normal jika melihat beberapa hari belakangan, khususnya Desember ada peningkatan costumer. Apalagi mereka ada keperluan untuk Natalan, liburan anak sekolah, juga promo tenant-tenant berlangsung di akhir Desember. Jadi rasanya bisa kembali lagi, mudah-mudahan bisa cetak rekor lagi,” urai Yanti. [foto/teks : denim]


Tinggalkan Balasan