FEM Indonesia, Jakarta – Wanita-wanita Batak memiliki karakter yang kuat sebagaimana kebanyakan wanita Sumatera. Namun dibalik karakter yang kuat, sesungguhnya ada kelembutan dan kecantikan yang beda dan luar biasa dengan kecantikan wanita pada umumnya. 

Maka akan lebih menarik bila kecantikan wanita batak ini ditampilkan dalam sebuah momen bertajuk “Kartini Von Batak” yang digelar pada Kamis (1/5/2025).

Momen yang digelar spesial oleh NEO Model Indonesia, adalah acara foto hunting dan foto competition yang dikemas bersama 9 model profesional berdarah Batak.

Clay Siahaan selaku penggagas dan ketua panitia mengatkan bahwa Kartini Von Batak Photo Competition, selain memeriahkan Hari Kartini 2025, juga sebagai ajang silaturahmi dan ajang mengasah diri para fotografer untuk memotret para model dengan balutan gaun tradisional dari tanah batak.

“Jadi Kartini Von Batak ini adalah sebenarnya ide gue sejak 4 tahun yang lalu. Pernah ngobrol ke teman-teman, eh gue pengen bikin loh cewek-cewek Batak yang cantik-cantik itu untuk menjadi model. Pas kebetulan di hari Kartini, kita coba angkat. Dan ya, baru hari ini 1 Mei acara ini bisa diadakan digelar sukses,” ujar Clay Siahaan.

Pria yang akrab disapa Tongclay ini menambahkan, agar acara lebih bagus dan hidup dan tidak sekadar foto-foto model saaja, ia menggandeng desainer berkelas Torang Sitorus, salah satu desainer tanah Batak, Fashion Batak yang karya karya fashionnya luar biasa. 

“Karya desainer Torang Sitorus itu, kalau misalkan pakai kainnya itu puluhan juta. Kalau satu set puluhan sampai seratusan juta. Jadi model-model Batak bakal cantik berkelas mengenakan karya Torang Sitorus di acara hari dan ternyata para fotografer antusias dan puas memotret mereka semua,” ungkap Tongclay.

Supaya lebih menarik lagi, acara yang dihelat bertepatan hari buruh atau may day ini, maka dibuatkanlah photo competition agar para fotografer yang memotret semangat. “Gue bikin lomba foto, kalau cuman sekedar foto-foto biasa kan kurang greget. Dengan adanya lomba foto, pasti kualitas dan cara mereka foto jauh lebih serius,” tambah Tongclay.

Atas suksesnya Kartini Von Batak, Tongclay yang pernah memproduksi film layar lebar, even-even musik berkelas dan even fotografi, mengharapkan acara-acara seperti terus digelar dengan berbagai konsep termasuk konsep model bergaun tradisional dan international. Selain itu, Tongclay juga ingin mendatangkan artis Nadya Hutanggalung yang di kolaborasi dengan model junior dalam even photo berikutnya.

 “Gue si dalam menggarap acara, yang penting para peserta senang, para model nyaman dan membawa kesan tersendiri bagi mereka disini,” ucapnya.

Sementara dalam acara yang dihelat seharian di venue Elysium Lippo Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan, hadir juri dalam lomba foto ini tak main-main. Ada tiga juri dari fotografer ternama yakni Darwis Triadi, Tomy Siahaan dan Daniel Devries. Mereka para juri, selain menilai hasil karya para fotografer profesional dan junir juga turut larut dalam foro hunting. 

Tak kalah menarik, para model yang bertebaran hari itu adalah model profesional dan junior yang semuanya berdarah batak seperti pemain film Tasha Siahaan, model dan pesinetron Elizabeth Panggabean, model iklan Sheila Hasibuan, Angel Sianturi, Rivha Hutapea, Jane Maura Nainggolan, Putri Manalu dan model dadakan Milan dan Manda.

Darwis Triadi yang hadir didaulat menjadi juri spesial ini mengatakan,  acara seperti ini menjadi ajang silaturahmi bagi para penyuka dunia fotografi dari seluruh Indonesia. Darwis Triadi sebagai fotografer kenamaan juga tak sungkan memberikan pelajaran fotografi dalam acara tersebut. Selain itu, ia juga terlibat mengkurai foto yang menjadi pemenang dalam foto competition.

“Hari ini saya senang sekali bisa bergabung dalam acara ini. Selain saya jadi juri saya juga bisa bersilaturahmi dengan kawan kawan semua. Buat saya fotografi itu yang terbaik. Dan fotografi itu ibarat kalo gue mati dan merenkanasi ditanya mau jadi apa ya kesini lagi ke fotografi. Jadi berilah hasil foto yang terbaik,” ungkap Darwis Triadi.

Dalam menilai hasil foto para peserta, Darwis Triadi menekankan agar para fotografer meski sudah ahli pada bidangnya tapi jangan melupakan tema acara ini yaitu fashion Kartini Vok Java. “Saya sih terserah menyerahkan sepenuhnya kepada masing-masing fotografer yang akan memotret disini tapi yang penting fashion foto itu seperti apa,” jawab Darwis.

Sementara itu, Juri Tommy F Siahaan juga mengungkap bahwa acara tersebut menjadi ajang silaturahmi yang enjoy untuk mengisi liburan long weekend yang bertepatan dengan Hari Buruh 1 Mei 2025. Tema Kartini dalam foto competition kata Tommy juga menarik untuk diabadikan dalam dunia fashion dan fotografi.

“Kartini itu kan Nusantara simbol dari mana saja termasuk dari tanah Batak sebagai wanita yang women power, stranger dan beauty semua ditonjolkan di acara ini dari segi fashion dan beauty dan semoga itu bisa diangkat juga bahwa Kartini juga ada dari tanah batak,” ujar Tommy.

Tommy yang sudah lama berkecimpung di dunia fotografi dalam mengungkap akan menilai hasil foto para peserta sepakat akan menilai dari segi fashion, beauty, kreatifitas foto serta angle foto yang menarik. “Semoga hasil foto mereka semua menjadi inpirasi  tema Kartini Von Batak hari ini,” tandas Tommy.

Dalam rangkaian acara ini, para fotografer perkelompok diberi waktu memotret model setiap 10 menit sekali secara bergantian. Dan 11 model ditempatkan di ruang venue terbaik untuk diabadikan oleh para fotografer yang hasilnya akan dikurasi oleh 3 juri. Acara yang ditutup dengan dj musik, panitia yang diketuai oleh Tongclay mengumumkan 3 foto terbaik yang mendapatkan hadiah uang tunai jutaan rupiah.

“Kalau gue tiap bikin even, yang gue pikirin ada gimana agar para pesertanya pada seneng puas, semua modelnya nyaman sampai akhir acara dan itu yang selalu gue jaga. Kalo next gue ada even lagi, mereka pasti akan pada ikut,” pungkas Tongclay.