FEM Indonesia, Jakarta — Rumah produksi BION Studios dan Spasi Moving Image resmi merilis official teaser trailer film terbaru berjudul Suka Duka Tawa, karya debut sutradara Aco Tenriyagelli.
Hadir dengan sentuhan drama dan komedi keluarga, film ini menawarkan kisah hangat tentang bagaimana seseorang mengubah luka masa lalu menjadi tawa di atas panggung.
Dalam teaser, penonton diperlihatkan transformasi Rachel Amanda sebagai Tawa, seorang komika yang tengah merintis karier. Setelah open mic pertamanya tidak berjalan mulus, Tawa mencoba pendekatan baru: membawakan kisah personal tentang luka dan trauma ditinggal sang ayah, Keset (Teuku Rifnu Wikana). Materi komedi yang berangkat dari pengalaman pahit itu justru membuat penampilan Tawa lebih hidup dan mengena.
Perbedaan Dua Generasi Komedian
Film ini menelusuri dinamika keluarga Tawa, yang tumbuh bersama ibunya (Marissa Anita) dan ayah pelawak yang kembali muncul saat ia dewasa. Aco mengeksplorasi perbedaan generasi komedian—antara komedi televisi dan stand-up comedy—yang menjadi lapisan emosional film ini.
Dukungan teman-teman Tawa di dunia stand-up juga menjadi sorotan. Deretan komika seperti Bintang Emon, Arif Brata, dan Gilang Bhaskara tampil memberikan energi segar pada teaser. Film ini juga diperkuat oleh penampilan Enzy Storia, Myesha Lin, Nazira C. Noer, Mang Saswi, dan Abdel Achrian.
Penampilan spesial juga hadir dari nama-nama besar seperti Pandji Pragiwaksono, Virzha Logika, hingga Adjis Doa Ibu.
Film Penutup JAFF 20
Suka Duka Tawa dipilih menjadi closing film Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 20 pada 6 Desember 2025 di XXI Empire, Yogyakarta. Bagi Aco, ini menjadi momen emosional karena JAFF adalah tempat ia tumbuh sebagai filmmaker.
“Film ini berbicara tentang anak dan orangtua, tentang duka yang ditertawakan agar menjadi sesuatu yang lebih bermakna,” ujar Aco.
Produser Tersi Eva Ranti menambahkan bahwa film ini menjadi karya personal yang diberi ruang kreatif penuh sejak awal pengembangan.
Rachel Amanda: Menertawakan Luka
Menurut Rachel Amanda, karakter Tawa mewakili perjalanan hidup banyak orang. “Judul Suka Duka Tawa itu sendiri menggambarkan fase hidup manusia. Ketika hidup tidak menyenangkan, ya… ditertawakan saja,” katanya.


Tinggalkan Balasan