FEM Indonesia – Nama Anisa Nurul Janah, atau yang akrab disapa Aru, pemudi asal Depok yang kini aktif sebagai fasilitator di Health Heroes Indonesia, kembali membawa nama daerah ke panggung internasional.

Pasalnya, Ia menjadi delegasi Indonesia pada ajang Terra Madre Asia & Pacific 2025 yang digelar di Bacolod, Filipina, pada 19–23 November 2025.

Forum bergengsi ini mempertemukan ratusan pegiat pangan, petani, akademisi, dan komunitas dari berbagai negara di Asia Pasifik untuk membahas masa depan pangan yang adil dan berkelanjutan.

Cilok Bayam Curi Perhatian Peserta Internasional

Dalam forum tersebut, Aru tidak hanya mengikuti sesi diskusi, tetapi juga turut mempresentasikan praktik baik yang dilakukan pemuda Indonesia dalam isu pangan lokal dan gizi. Sorotan utama datang dari cooking demo “Cilok Bayam Bernutrisi”, inovasi camilan khas Jawa Barat yang ia kembangkan untuk mendukung upaya penanganan anemia dan stunting.

Ketertarikannya pada isu gizi ini telah ia tekuni sejak menjadi Finalis Duta Genre Kota Depok 2021. Saat demo memasak, Aru membagikan free tester kepada peserta dari berbagai negara. Responsnya sangat positif.

“Respons peserta sangat antusias, banyak yang ingin membeli karena tertarik dengan cita rasa dan konsepnya,” ujar Aru, Selasa (25/11/25).

Aru menegaskan bahwa tujuannya bukan berjualan, melainkan memperkenalkan pangan lokal sebagai alternatif sehat yang mudah dibuat, murah, dan cocok untuk anak muda.

Bagi Aru, tampil di forum internasional merupakan pengalaman berharga yang memotivasi dirinya untuk terus mengembangkan inovasi pangan lokal. “Saya merasa sangat terhormat bisa membawa cerita dari Depok dan komunitas saya ke panggung internasional. Cilok bayam ini sederhana, tapi bisa menjadi simbol bahwa pangan bergizi itu tidak harus mahal,” ungkapnya.

Ia berharap pengalamannya dapat menjadi inspirasi bagi pemuda di Jawa Barat untuk berperan dalam isu gizi dan keberlanjutan melalui langkah-langkah kecil di lingkungan masing-masing.

Sejak 2023, Aru aktif dalam pendidikan gizi, kampanye pangan lokal, hingga pengembangan program berbasis komunitas melalui Health Heroes Indonesia dan jaringan Orang Muda Peduli Pangan Lokal.

Keikutsertaannya di forum internasional ini difasilitasi oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Panen Raya Nusantara (PARARA), dan Yayasan Remaja Indonesia Sehat (RISE). Kolaborasi tersebut membuka ruang bagi orang muda untuk terlibat dalam inisiatif pangan berkelanjutan di tingkat Asia Pasifik.

“Melalui keterlibatannya di Terra Madre, saya berharap semakin banyak pemuda yang melihat pangan lokal bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai solusi nyata untuk kesehatan dan keberlanjutan,” tutup Aru. [sumber/foto: diskominfodepok]