FEM Depok — Pemerintah Kota Depok memastikan pelebaran Jalan Raya Sawangan akan mulai dilaksanakan tahun ini. Wali Kota Depok, H. Supian Suri, menegaskan proyek tersebut menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan mobilitas warga.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kota Depok, Dadang Wihana, menjelaskan bahwa pelebaran Jalan Raya Sawangan akan dimulai setelah Hari Raya Idulfitri 2026. Untuk tahap pertama, proyek akan dikerjakan pada segmen Pertigaan Jalan Pemuda Sawangan hingga Pertigaan Parung Bingung, Kecamatan Pancoran Mas.
“Pada tahun ini kami tidak hanya membangun akses Jalan Enggram tembus ke Jalan Pemuda, tetapi juga melakukan pelebaran Jalan Raya Sawangan dan Jalan Raya Muchtar untuk menopang mobilisasi kendaraan,” ujar Dadang.
Ia menambahkan, proses pembebasan lahan akan dilakukan terlebih dahulu pascalebaran. Setelah itu, pembangunan konstruksi pelebaran Jalan Raya Sawangan dari Jalan Raya Muchtar (simpang Jalan Pemuda) hingga Pertigaan Parung Bingung akan langsung dilaksanakan pada tahun yang sama.
Untuk mendukung proyek tersebut, Pemkot Depok telah menyiapkan anggaran awal sebesar Rp63 miliar. Anggaran itu masih berpotensi ditambah hingga sekitar Rp110 miliar, menyesuaikan dengan kebutuhan pembebasan lahan dan pembangunan konstruksi.
Selain pelebaran jalan, Pemkot Depok juga akan membangun dua jembatan baru di kawasan turunan Parung Bingung. Pembangunan ini dilakukan karena kondisi jembatan yang ada saat ini dinilai sudah tidak layak.
“Pelebaran Jalan Raya Sawangan kami lakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah. Untuk segmen berikutnya, pada 2027 akan dilanjutkan dari Parung Bingung hingga Pertigaan Jalan Raya Keadilan, dan ditargetkan tembus sampai Exit Tol Sawangan,” jelas Dadang.
Nantinya, Jalan Raya Sawangan dari simpang Jalan Pemuda hingga Exit Tol Sawangan akan memiliki Right of Way (RoW) selebar 24 meter, meningkat signifikan dari lebar jalan saat ini yang hanya sekitar delapan meter. Pelebaran tersebut mengacu pada Detail Engineering Design (DED) yang telah disusun oleh Dinas PUPR, dengan panjang total ruas sekitar 2,3 kilometer.
Tak hanya itu, penataan juga akan dilakukan di Simpang Raya Keadilan untuk memperbaiki radius tikungan yang saat ini terlalu tajam dan kerap menghambat arus lalu lintas.
“Ini merupakan program unggulan Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota. Mohon doa agar berjalan lancar. Mudah-mudahan pertengahan tahun ini sudah mulai dikerjakan,” pungkasnya. [foto: natakusuma]


Tinggalkan Balasan