FEM Depok – Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok, H. Supian Suri–Chandra Rahmansyah, dinilai membuka lembaran baru dalam dunia pendidikan di Kota Depok. Setelah lebih dari 20 tahun, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akhirnya merealisasikan pembangunan madrasah negeri, yang selama ini hanya menjadi wacana.
Apresiasi tersebut disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI, Nurodji, saat menghadiri kegiatan di MTs Negeri 03 Pancoran Mas, Rabu (21/1/2026). Menurutnya, Supian–Chandra menunjukkan komitmen nyata dalam merealisasikan janji politik, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan madrasah negeri yang selama ini stagnan di Depok.
“Sekolah agama memang banyak, tetapi madrasah negeri itu stagnan, tidak pernah dibangun. Berdasarkan data hingga tahun 2020, pertumbuhan madrasah negeri di Depok nol,” ujar Nurodji.

Ia menegaskan, selama dua dekade terakhir pembangunan madrasah negeri kerap dijadikan komoditas kampanye, namun tidak pernah direalisasikan. “Janji kampanye selalu ada, tapi realisasinya tidak pernah terjadi. Yang tumbuh justru sekolah-sekolah IT,” katanya.
Nurodji menilai langkah Supian–Chandra sebagai perubahan paradigma dalam memandang pendidikan agama, terutama dengan keberanian mengalokasikan anggaran untuk madrasah negeri. “Ini menunjukkan wali kota tidak lepas tangan. Dulu, persoalan madrasah sering dilempar ke pemerintah pusat. Sekarang pendekatannya berbeda,” ungkapnya.
Ia juga menyebut, Supian Suri menargetkan pembangunan empat madrasah negeri selama masa jabatannya, mulai dari tingkat tsanawiyah hingga aliyah. “Apa yang dulu tidak terjadi, sekarang harus terjadi. Ini madrasah negeri pertama yang kita mulai,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nurodji menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi konkret antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat dan provinsi. “Dengan komunikasi dan kolaborasi, ini bisa diwujudkan. Lahan dibantu pusat. Dulu mungkin tidak ada komunikasi, bahkan tidak ada niat,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Jawa Barat, Pradi Supriatna, turut mengapresiasi kepemimpinan Supian Suri yang dinobatkan sebagai Bapak Madrasah oleh Wakil Menteri Agama RI. “Kita aminkan. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak kerja nyata yang bisa diwujudkan untuk masyarakat Depok,” katanya.
Pradi menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan Supian–Chandra, termasuk mendorong pemerataan pembangunan madrasah di Jawa Barat. “Kita berharap tidak hanya di satu titik, tapi merata di seluruh daerah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan madrasah unggulan di setiap kabupaten/kota sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Ini berangkat dari kegelisahan kita terhadap dunia pendidikan. Keinginan memiliki madrasah negeri kini sudah terwujud di Depok,” ungkapnya.
MTsN Pancoran Mas (Panmas) tersebut diketahui berada di Jalan Caringin Gang Jagal, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas. Gedung MTsN dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim), yang kemudian dihibahkan kepada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok dan diresmikan langsung oleh Wali Kota Depok, Supian Suri pada Rabu (21/01/25).
Terdiri dari dua lantai, MTsN Panmas dilengkapi berbagai sarana penunjang pembelajaran, diantaranya 12 ruang kelas, ruang laboratorium, lapangan olahraga, masjid, dan aula serbaguna.
Pemkot Depok mengalokasikan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 senilai Rp15 Miliar untuk membangun gedung di atas lahan seluas 3.300 meter persegi. [foto dok: depok go id]


Tinggalkan Balasan