FEM Indonesia, Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi inisiatif Kementerian Komunikasi dan Digital yang mengusulkan pemanfaatan lahan negara seluas sekitar 45 hektare di Kota Depokuntuk pembangunan sekitar 170 ribu unit rumah rakyat.
Lahan milik Kemkomdigi yang selama ini belum dimanfaatkan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung program penyediaan hunian layak bagi masyarakat.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menjelaskan, gagasan tersebut muncul setelah pihaknya melakukan penataan aset kementerian dan menemukan lahan negara yang masih berstatus idle namun berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan publik.
“Ada aset negara yang sifatnya idle, ini aset negara yang bisa dimanfaatkan dijadikan hunian yang layak bagi masyarakat melalui program-program Bapak Presiden. Lokasinya juga bagus dan strategis,” ujar Meutya di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).
Menurut Meutya, kawasan tersebut bahkan berpotensi dihuni hingga sekitar setengah juta warga jika pengembangan kawasan dilakukan secara optimal.
Menanggapi hal tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi atas langkah Kementerian Komdigi yang bersedia menghibahkan lahan tersebut untuk mendukung program pembangunan rumah rakyat.
“Saya sangat berbahagia Ibu Meutya punya inisiatif untuk menyerahkan lahan kementerian yang cocok dijadikan perumahan rakyat di Depok,” ujarnya.
Maruarar yang akrab disapa Ara juga menyampaikan bahwa tim dari Kementerian PKP dan Kementerian Komdigi telah melakukan koordinasi serta survei langsung ke lokasi.
Ia memastikan kawasan tersebut dinilai siap untuk mendukung program pembangunan hunian bagi masyarakat. Saat ini, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah tengah membahas mekanisme pengalihan aset serta skema pembangunan agar proyek tersebut dapat segera direalisasikan.


Tinggalkan Balasan