FEM Indonesia, Jakarta — Produksi film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati resmi memasuki tahap baru menjelang dimulainya proses syuting pada 7 April 2026.
Rumah produksi Sinergi Pictures bersama Ben Film menggelar acara syukuran pada Senin (30/3) sebagai penanda rampungnya sesi big reading sekaligus kesiapan adaptasi novel karya Brian Khrisna ke layar lebar.
Film ini menghadirkan deretan pemain lintas generasi yang mencuri perhatian publik. Nama-nama seperti Chicco Kurniawan, Ence Bagus, Tika Panggabean, Zulfa Maharani, Teuku Rifnu Wikana, hingga Jourdy Pranata menjadi bagian dari ensemble cast yang dinilai kuat dan berpotensi menjangkau berbagai segmen penonton.
Sutradara Kuntz Agus menegaskan bahwa kekuatan utama film ini terletak pada karakter-karakternya. Ia menyebut pemilihan pemain dilakukan secara selektif agar setiap tokoh terasa hidup dan relevan dengan penonton masa kini.
“Perpaduan wajah segar dan aktor berpengalaman menjadi kunci agar cerita ini terasa dekat. Setiap pemain dipilih karena mampu merepresentasikan karakter dengan kuat,” ujar Kuntz.
Di sisi lain, proyek ini juga diperkuat dengan bergabungnya sineas senior Nia Dinata sebagai co-producer. Sebelumnya, Nia terlibat sebagai konsultan skenario dan mengaku langsung terhubung dengan cerita yang diangkat.
Menurutnya, kisah dalam film ini menghadirkan sisi kemanusiaan yang dekat dengan realitas banyak orang. “Cerita ini berbicara tentang momen tak terduga yang bisa mengubah hidup seseorang. Saya merasa kisah seperti ini penting untuk dihadirkan di layar lebar Indonesia saat ini,” ujarnya.
Ia juga optimistis kolaborasi bersama sutradara Kuntz Agus serta para produser seperti Philip Lesmana, Ardina Atles, dan Reyno Anggoro mampu menjaga esensi cerita sekaligus menghadirkannya secara jujur kepada penonton.
Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati mengisahkan Ale, seorang pria yang berada di titik terendah dalam hidupnya. Dalam 24 jam terakhirnya, ia hanya ingin menikmati semangkuk mie ayam. Namun, rencana sederhana itu berubah ketika warung yang dituju tutup, memicu rangkaian peristiwa tak terduga yang perlahan mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan.
Dengan proses produksi yang segera dimulai, film ini menjadi salah satu adaptasi novel Indonesia yang paling dinantikan perilisannya di layar lebar.


Tinggalkan Balasan