FEM Indonesia, Jakarta – Di tengah derasnya arus musik digital, konser “Badai Pasti Berlalu – Live in Concert” menjadi bukti bahwa karya klasik tetap memiliki tempat istimewa di hati publik.

Perhelatan ini sekaligus menjadi perayaan 52 tahun perjalanan musik Erros Djarot, yang menghadirkan kembali album legendaris lintas generasi.

Album “Badai Pasti Berlalu” pertama kali dirilis pada 1977 sebagai soundtrack film dengan judul yang sama. Karya ini merupakan kolaborasi ikonik antara Chrisye dan Yockie Suryoprayogo, yang kala itu berhasil menghadirkan warna musik baru di industri Tanah Air.

Tak hanya sukses secara komersial, album tersebut juga mendapat pengakuan luas. Rolling Stone Indonesia bahkan menobatkannya sebagai album terbaik sepanjang masa berkat kekuatan lirik dan eksplorasi musikal yang dinilai melampaui zamannya.

Sejumlah lagu seperti “Badai Pasti Berlalu”, “Semusim”, dan “Pelangi” hingga kini tetap hidup sebagai bagian dari warisan budaya pop Indonesia. Karya-karya tersebut terus dinyanyikan dan dikenang oleh lintas generasi.

Konser ini dijadwalkan berlangsung pada 25 April 2026 di Balai Sarbini. Digagas oleh Kolam Ikan Creative Communication, acara ini tidak hanya menghadirkan nuansa nostalgia, tetapi juga reinterpretasi musik klasik dengan pendekatan yang lebih segar.

Project Director Iwan Kurniawan menegaskan bahwa konser ini memiliki makna yang lebih dalam. Ia menyebutkan, perhelatan tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan kembali karya dengan kedalaman emosi sekaligus menjaga relevansinya di tengah perkembangan zaman.

Aransemen baru dipercayakan kepada Demas Narawangsa dan Yankjay, yang menghadirkan nuansa megah tanpa menghilangkan esensi asli karya. Pendekatan ini diharapkan mampu menjangkau generasi muda sekaligus mempertahankan keutuhan musikalitasnya.

Dengan konsep yang matang, konser “Badai Pasti Berlalu – Live in Concert” menjadi bukti bahwa musik klasik Indonesia tetap relevan. Lebih dari sekadar pertunjukan, acara ini merupakan perayaan warisan budaya yang terus hidup dan berkembang seiring waktu.