FEM Indonesia, Jakarta – Klinik Pertamina IHC, unit bisnis di bawah PT Pertamina Bina Medika IHC (IHC), meresmikan Klinik Utama Pertamina IHC Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK) di Jakarta. Kehadiran klinik ini menambah pilihan layanan kesehatan bagi masyarakat dengan lokasi yang menyatu dengan pusat aktivitas ibadah dan komunitas.

Peresmian Klinik Utama Pertamina IHC MASK yang berada di kawasan Masjid Agung Sunda Kelapa tersebut dihadiri oleh Wali Kota Jakarta Pusat, Direktur Utama IHC, jajaran pemerintah daerah, pengurus Masjid Agung Sunda Kelapa, serta manajemen Klinik Pertamina IHC dan mitra terkait. Klinik ini melayani jamaah masjid, masyarakat sekitar, serta masyarakat umum yang beraktivitas di kawasan Menteng dan sekitarnya.

Walikota Jakarta Pusat, Arifin, yang mewakili Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menyampaikan bahwa kehadiran fasilitas layanan kesehatan yang semakin dekat dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan warga.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Kehadiran Klinik Pertamina IHC di kawasan Masjid Agung Sunda Kelapa ini menjadi langkah positif dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada warga, khususnya di Jakarta Pusat,” ujar Arifin.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, memiliki peran strategis dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan yang inklusif.

“Kami berharap dengan semakin banyaknya fasilitas kesehatan yang hadir di tengah masyarakat, upaya peningkatan derajat kesehatan warga Jakarta dapat berjalan lebih optimal,” tambahnya.

Senada, Direktur Klinik Pertamina IHC, Devi Desianti Pritasari, mengatakan bahwa Klinik Utama Pertamina IHC MASK dirancang sebagai fasilitas layanan kesehatan yang terintegrasi, nyaman, dan terbuka bagi berbagai lapisan masyarakat.

“Klinik Utama Pertamina IHC MASK kami rancang tidak hanya sebagai fasilitas layanan kesehatan, tetapi juga sebagai pusat layanan yang terintegrasi, mulai dari promotif, preventif, hingga rehabilitatif. Dengan dukungan tenaga medis profesional dan fasilitas yang lengkap, kami ingin menghadirkan standar layanan yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Kami juga melihat kawasan Masjid Agung Sunda Kelapa sebagai ruang yang aktif dengan interaksi sosial yang tinggi, sehingga kehadiran klinik ini diharapkan dapat memberikan layanan kesehatan yang mudah dijangkau, dengan suasana yang tetap ramah dan humanis bagi pasien,” jelas Devi.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin beragam, Klinik Utama Pertamina IHC MASK menghadirkan layanan kesehatan komprehensif dengan sejumlah layanan unggulan. Layanan tersebut meliputi Medical Check Up (MCU) terintegrasi yang didukung oleh dokter spesialis kedokteran okupasi, layanan sport injury dengan dukungan dokter spesialis kedokteran olahraga dan tim fisioterapi berpengalaman, serta layanan stem cell.

Selain itu, klinik ini juga menghadirkan layanan inovatif otaQku, yaitu alat pendeteksi kemampuan otak berbasis kecerdasan buatan (AI) yang didukung oleh dokter spesialis neurologi, sebagai bagian dari pendekatan layanan kesehatan yang lebih modern dan personal.

Klinik ini turut dilengkapi dengan teknologi penunjang medis yang memadai, seperti laboratorium, treadmill test, serta berbagai alat penunjang MCU lainnya. Fasilitas radiologi seperti X-Ray dan USG juga tersedia untuk mendukung proses diagnosis yang akurat.

Selain layanan unggulan tersebut, tersedia pula layanan dokter umum, dokter gigi, vaksinasi, dokter spesialis akupuntur, serta layanan home care untuk menjangkau pasien secara lebih luas.

Ke depan, Klinik Pertamina IHC MASK juga akan mengembangkan layanan Dental Executive, yang mencakup layanan dokter spesialis bedah mulut, prostodonsia, ortodonsia, dan konservasi gigi, sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan gigi dan mulut yang lebih komprehensif.

Pendirian Klinik Utama Pertamina IHC MASK merupakan hasil kerja sama antara IHC dan Koperasi Jasa Bahtera Sunda Kelapa yang dimulai pada Maret 2025. Proses renovasi fasilitas berlangsung pada Agustus hingga Desember 2025, dan seluruh perizinan operasional dinyatakan lengkap pada 7 April 2026.

Hingga April 2026, Klinik Pertamina IHC mengelola jaringan layanan kesehatan yang tersebar di berbagai wilayah, meliputi 49 klinik dengan kategori Pratama, Utama, dan UKK, 56 titik Daily Check Up (DCU), 9 unit wellness, serta 1 day care. Selain layanan klinik, IHC juga menyediakan layanan Occupational Health & Industrial Hygiene (OHIH) yang mencakup Medical Check Up (MCU), Health Risk Assessment (HRA), serta layanan sanitasi dan pengendalian lingkungan.

Melalui pengoperasian Klinik Utama Pertamina IHC MASK, Klinik Pertamina IHC berharap dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung kesehatan masyarakat, khususnya di kawasan perkotaan, dengan layanan yang mudah dijangkau dan selaras dengan kebutuhan komunitas di sekitarnya.