FEM Indonesia, Jakarta — Film terbaru karya Joko Anwar, Ghost in the Cell, sukses mencatatkan pencapaian gemilang dengan meraih lebih dari 1 juta penonton hanya dalam waktu enam hari penayangan di bioskop Indonesia.
Capaian ini menegaskan antusiasme tinggi penonton terhadap film produksi Come and See Pictures tersebut, khususnya di periode pasca-Lebaran yang dikenal kompetitif bagi industri perfilman nasional.
Tak hanya itu, keberhasilan Ghost in the Cell juga mengukuhkan Joko Anwar sebagai satu-satunya sineas Indonesia yang mampu menghadirkan tujuh film berturut-turut dengan raihan lebih dari 1 juta penonton. Sebelumnya, deretan filmnya yang menembus angka tersebut antara lain Pengepungan di Bukit Duri (2025), Siksa Kubur (2024), Pengabdi Setan 2: Communion (2022), Perempuan Tanah Jahanam (2019), Gundala (2019), dan Pengabdi Setan (2017).
Lewat film terbarunya ini, Joko Anwar kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai sineas serbabisa yang tidak hanya dikenal sebagai maestro horor, tetapi juga mampu meramu berbagai genre mulai dari komedi, horor-komedi hingga aksi-thriller.
“Misi kami ketika membuat film ini adalah supaya setidaknya selama 1 jam 46 menit kita, para Warga Negara Indonesia bisa merasa menang. Tidak menyangka akan disambut dengan begitu hangat. Perasaan kita sama. Mudah-mudahan keadilan bisa datang, dan tidak harus menunggu hantu turun tangan,” ujar Joko Anwar.
Di kancah internasional, Ghost in the Cell juga mencetak prestasi dengan terjual ke 86 negara untuk penayangan di bioskop luar negeri. Film ini sekaligus menambah daftar capaian global Joko Anwar, yang sebelumnya telah menembus seleksi resmi festival film bergengsi dunia seperti Sundance Film Festival, Berlinale, Venice Film Festival, dan Toronto International Film Festival.
Ghost in the Cell sendiri melakukan premiere internasional di Berlinale, mengikuti jejak film-film sebelumnya seperti A Copy of My Mind yang tayang di Venice dan TIFF, Gundala di TIFF, serta Impetigore yang premiere di Sundance dan menjadi wakil Indonesia di ajang Academy Awards.
Film ini dibintangi deretan aktor papan atas seperti Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Lukman Sardi, Morgan Oey, Tora Sudiro, Rio Dewanto, hingga Arswendy Bening Swara, serta memperkenalkan wajah baru Magistus Miftah.
Film ini diproduksi oleh Come and See Pictures bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures, dengan Barunson E&A sebagai sales agent untuk distribusi global.


Tinggalkan Balasan