FEM Indonesia, JAKARTA — Cerita rakyat tidak sekadar menjadi kisah masa lalu, melainkan juga sarana penyampai nilai kehidupan, pesan moral, serta jati diri bangsa yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Menjawab tantangan zaman, upaya pelestarian budaya kini dikemas dengan pendekatan yang lebih kreatif dan relevan bagi masyarakat modern.

Melalui program Gala Cerita Rakyat Indonesia, Kementrian Kebudayaan mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali cerita-cerita daerah lewat karya video bercerita. Program ini terbuka untuk berbagai kalangan dengan kategori yang beragam, mulai dari anak-anak, remaja, orang tua, pendidik, hingga masyarakat umum.


Menteri Kebudayaan Fadli mengatakan bahwa Kementrian Kebudayaan menhadirkan sebuah langkah nyata melalui Gala Cerita Rakyat Indonesia yang diwujudkan dalam bentruk lomba secara terbukam dan diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Ayo mulai bercerita gerakan cerita rakyat dan hidupkan warisan bangsa,” ujar Neno Warisman selaku Tenaga Ahli Menteri Kebudayaan.

Tidak hanya itu, kata Neno Warisman bahwa Gala Cerita Rakyat Indonesia juga mengedepankan nilai inklusivitas. “Program ini memberikan kesempatan bagi remaja dari latar belakang beragam, termasuk anak putus sekolah dan Anak Berhadapan dengan Hukum, untuk berpartisipasi dan menyalurkan kreativitas mereka melalui karya bercerita,” ungkapnya.

Penyelenggara membuka pendaftaran secara daring melalui situs resmi gerakancerita.com. Peserta diminta menyiapkan karya terbaik berupa video mendongeng, kemudian mengikuti mekanisme pengumpulan karya hingga proses verifikasi selesai sesuai ketentuan yang berlaku.

Program ini terbuka bagi masyarakat dengan usia minimal 9 tahun dan diharapkan dapat menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana edukasi budaya yang inklusif.

Dengan hadirnya Gala Cerita Rakyat Indonesia, masyarakat didorong untuk tidak hanya mengenal, tetapi juga aktif melestarikan cerita rakyat sebagai bagian penting dari kekayaan budaya nasional di tengah perkembangan era digital.