FEM Indonesia, DEPOK — Wali Kota Depok Supian Suri tampil nyentrik dengan gaya retro saat menghadiri perayaan Lebaran Depok 2026, di Alun-Alun Timur Grand Depok City (GDC), Kecamatan Cilodong, Kamis (7/5/2026). Penampilannya bersama seniman Betawi Cing Ikah sukses menarik perhatian warga yang memadati lokasi acara.
Dalam fashion show bertema budaya Betawi dan Depok tempo dulu, Supian mengenakan kemeja putih yang dipadukan dengan rompi hitam mengilap serta celana panjang senada. Ia melengkapi tampilannya dengan syal polkadot, kacamata hitam klasik, dan sepatu kasual hitam-putih yang menghadirkan nuansa retro era 1980-an.
Sementara itu, Cing Ikah tampil anggun mengenakan gaun panjang bermotif polkadot biru tua dan putih, dipadukan hijab putih serta topi vintage berukuran lebar. Penampilan keduanya menjadi salah satu pusat perhatian dalam rangkaian Lebaran Depok tahun ini.

Tak hanya mengikuti parade busana tempo dulu, Supian Suri juga ikut tampil ngelenong dalam pertunjukan lenong Betawi berjudul “Ngitungin Baju”. Dalam pementasan tersebut, ia memerankan tokoh seorang babah beranak dua.
Dalam sambutanya, Supian mengatakan, keterlibatannya dalam kegiatan budaya merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi khas Depok dan Betawi “Demi melestarikan budaya kita siap repot-repot apapun namanya,” ujar Supian di hadapan warga.
Dalam sambutannya, ia juga mengapresiasi peran para tokoh budaya dan Komunitas Orang-Orang Depok (KOOD) yang dinilai konsisten menjaga tradisi Lebaran Depok hingga kini memasuki penyelenggaraan ketujuh.

Menurutnya, keberlangsungan acara tersebut tidak lepas dari perjuangan para sesepuh Depok yang ingin mempertahankan identitas budaya daerah di tengah perkembangan kota.
Selain soal budaya, Supian turut mengajak masyarakat mendukung pelaku UMKM lokal yang ikut meramaikan acara. Ia meminta para pejabat, tamu undangan, dan warga untuk menyempatkan berbelanja produk UMKM sebelum meninggalkan lokasi acara. “Minimal satu orang Rp100 ribu,” ucapnya disambut tepuk tangan pengunjung.
Supian menilai produk UMKM Kota Depok memiliki kualitas yang baik, mulai dari makanan hingga kerajinan tangan.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para influencer dan kreator konten yang aktif mempromosikan Kota Depok melalui media sosial. Namun, ia mengingatkan agar konten yang dibuat tetap berdasarkan fakta.
“Tidak ada pocong yang gentayangan, tidak ada keranda terbang, tidak ada babi ngepet. Tapi kalau CFD-nya unik, ya memang CFD kita unik,” katanya yang langsung mengundang tawa warga.


Tinggalkan Balasan