FEM Indonesia, JAKARTA – Pedangdut sekaligus pemain FTV Suara Hati Istri, Camelia Putri, angkat bicara terkait dugaan penipuan perjalanan umrah yang menyeret nama Travel Hanania. Camelia yang mengaku menjadi salah satu korban berharap proses hukum yang kini berjalan dapat diusut hingga tuntas demi memberikan kejelasan bagi seluruh jamaah yang dirugikan.

Camelia mengungkapkan dirinya telah bergabung bersama para korban sejak awal pelaporan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya. Meski sempat merasa pesimis, ia tetap percaya aparat penegak hukum dapat mengungkap fakta di balik kasus yang telah merugikan banyak calon jamaah umrah tersebut.

“Saya sudah bergabung dari awal bersama para korban. Kami hanya berharap kasus ini tidak tenggelam begitu saja dan bisa dituntaskan sampai jelas ke mana aliran dana itu,” ujar Camelia.

Menariknya, sebelum kasus ini mencuat, Camelia mengaku memiliki pengalaman yang cukup baik dengan Travel Hanania. Bahkan, ia pernah menunaikan ibadah umrah bersama sang suami, Andri, menggunakan jasa biro perjalanan tersebut.

Bagi Camelia, perjalanan tersebut menjadi pengalaman umrah pertamanya bersama suami. Saat itu, pelayanan yang diberikan dinilai memuaskan dan cukup responsif terhadap kebutuhan jamaah, terutama dari kalangan muda.

“Bersama Hanania, waktu itu ibadah umrah terasa nyaman dan fleksibel. Pelayanannya juga responsif kepada anak-anak muda yang ingin berangkat umrah,” tuturnya.

Karena pengalaman positif itulah, Camelia kembali mempercayakan rencana keberangkatan umrah berikutnya kepada travel tersebut. Namun harapan untuk kembali beribadah ke Tanah Suci harus pupus setelah keberangkatan yang telah dibayarnya tidak pernah terealisasi.

Pelantun sejumlah lagu dangdut itu mengaku mengalami kerugian sebesar Rp22,5 juta. Meski demikian, ia menyadari masih banyak korban lain yang mengalami kerugian dengan nilai yang jauh lebih besar.

“Kalau dibandingkan korban lain, kerugian saya mungkin tidak sebesar mereka. Ada yang nilainya jauh lebih besar. Tapi tetap saja ini hasil kerja keras yang kami kumpulkan untuk beribadah,” katanya.

Sebagai figur publik, Camelia memilih untuk tetap menyuarakan persoalan ini agar perhatian masyarakat terhadap kasus tersebut tidak mereda. Menurutnya, penyelesaian kasus ini bukan hanya menyangkut pengembalian hak para korban, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara perjalanan ibadah umrah.

Ia berharap kasus tersebut dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak sekaligus memberikan efek jera agar tidak ada lagi calon jamaah yang menjadi korban di masa mendatang.

“Jangan sampai ada lagi travel yang menjual ibadah secara instan seperti ini. Kalau kasus ini tidak dituntaskan, saya khawatir akan muncul korban-korban baru di kemudian hari,” tegasnya.

Di tengah proses hukum yang masih berlangsung, Camelia mengaku berusaha mengikhlaskan kerugian yang dialaminya. Namun ia menegaskan bahwa seluruh korban berhak mendapatkan kejelasan mengenai dana yang telah mereka setorkan.

“Berapa pun lamanya proses hukum, harapan kami sederhana, kasus ini bisa tuntas dan semuanya menjadi jelas. Pertanyaan semua korban sekarang sama, ke mana uang itu sebenarnya mengalir. Kami ingin ada kejelasan,” pungkas Camelia.

Sebelumnya, sejumlah jamaah yang mengaku menjadi korban Travel Hanania telah melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan dana perjalanan umrah ke Polda Metro Jaya. Para korban berharap aparat dapat mengungkap total kerugian yang disebut mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah, sekaligus menelusuri aset yang diduga terkait dengan perkara tersebut.