FEM Indonesia, Jakarta – Rumah produksi Flyingstar Pictures bersama Piranha Pictures resmi memulai proses produksi film horor Darah Terowongan Casablangka. Momentum tersebut ditandai dengan digelarnya acara syukuran dan doa bersama yang berlangsung di Kantor Piranha Stunt Indonesia, Depok, Rabu (24/6/2026).
Acara yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh optimisme itu menjadi penanda dimulainya rangkaian produksi film yang dijadwalkan menjalani proses syuting pada 25 Juni hingga 1 Juli 2026 di kawasan Cipanas, Jawa Barat.
Sejumlah pemain dan kru produksi turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya aktor Chandra Wahyu, Naya, Sultan, Jordy, Raoul, Margareta, Dinda, Dewi, dan Rivaldi, bersama jajaran tim kreatif dan produksi lainnya.
Produser film, Hendra, mengaku bersyukur proyek yang telah lama direncanakan akhirnya dapat direalisasikan tahun ini. “Film ini sudah cukup lama kami nantikan. Alhamdulillah, tahun ini akhirnya bisa diproduksi. Kami berharap kolaborasi Flyingstar Pictures dan Piranha Pictures terus berjalan baik dan mampu melahirkan karya-karya film lainnya di masa mendatang,” ujar Hendra.

Sementara itu, co-produser Eka menekankan pentingnya profesionalisme selama proses produksi berlangsung. “Kami mengimbau seluruh kru dan pemain untuk bekerja secara profesional, menjaga kedisiplinan waktu, dan saling mendukung agar seluruh proses produksi berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” katanya.
Optimisme serupa disampaikan sutradara Peppy Penay. Menurutnya, keterlibatan para profesional yang telah lama berkecimpung di industri perfilman menjadi modal utama untuk menyelesaikan produksi tepat waktu. “Ini adalah proyek kolaborasi yang melibatkan banyak rekan lama yang sudah sangat profesional di bidangnya. Saya optimistis film ini akan berjalan sesuai target dan menghasilkan karya yang membanggakan,” tutur Peppy.
Chandra Wahyu Kembali ke Dunia Akting
Salah satu hal yang paling menyita perhatian dalam produksi film ini adalah kembalinya aktor Chandra Wahyu, yang akrab disapa Mr. Bonte, ke dunia seni peran setelah cukup lama vakum.

Selama beberapa tahun terakhir, Chandra lebih dikenal sebagai praktisi kesehatan tradisional melalui Bonte Center Cibubur. Kembalinya ke industri perfilman berawal dari ajakan sahabat lamanya, Hendra, yang sebelumnya pernah bekerja sama dengannya dalam serial Tendangan Si Madun.
Chandra mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk menerima tawaran bermain dalam Darah Terowongan Casablangka. “Dunia akting selalu memiliki tempat tersendiri dalam hidup saya. Ketika ada kesempatan untuk kembali berkarya bersama sahabat-sahabat lama, tentu menjadi sesuatu yang sangat berharga,” ungkap Chandra.
Dalam film tersebut, Chandra dipercaya memerankan karakter Afandi, seorang tabib bijaksana yang memiliki peran penting dalam alur cerita. Menurut Peppy Penay, karakter Afandi memiliki banyak kemiripan dengan keseharian Chandra sebagai praktisi kesehatan, sehingga diyakini mampu menghadirkan penampilan yang kuat dan natural.
“Karakter Afandi cukup dominan dalam film ini. Saya melihat sosok Afandi tidak jauh berbeda dengan keseharian Chandra yang setiap hari membantu banyak orang melalui praktik kesehatannya. Karena itu saya yakin ia dapat membawakan karakter ini dengan sangat baik,” jelas Peppy.
Dukungan Keluarga Jadi Penyemangat
Kembalinya Chandra ke layar lebar juga mendapat dukungan penuh dari sang istri, Sylvia Nabila. Menurut Sylvia, langkah suaminya untuk kembali berakting merupakan hal positif, terlebih putri mereka, Ayma Nabila, kini juga mulai menekuni dunia akting. “Saya selalu mendukung apa pun yang menjadi passion suami saya. Apalagi sekarang putri kami Ayma juga mulai menapaki dunia akting. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga kami,” ujar Sylvia.
Chandra dijadwalkan menjalani proses syuting pada 25 hingga 29 Juni 2026 di kawasan Cipanas, Jawa Barat. Meski kembali aktif di dunia seni peran, Chandra menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Baginya, dunia akting dan pengabdian sosial merupakan dua hal yang dapat berjalan beriringan.
Melalui keterlibatannya dalam film ini, Chandra juga berharap dapat memperkenalkan berbagai program kemanusiaan dan edukasi kesehatan yang selama ini dijalankan, termasuk program roadshow nasional “Cari Pahala Sabang Merauke 2026–2029”.
“Bagi saya, berkarya di dunia film dan membantu masyarakat adalah dua bentuk pengabdian yang sama-sama penting. Saya ingin terus memberikan manfaat melalui cara yang saya cintai,” pungkas Chandra.


Tinggalkan Balasan