Fem Indonesia, JAKARTA – Artis wajah muda Fatima Tuzzahro, yang dikenal dengan nama panggung Ayma Nabila, resmi menuntaskan proses syuting film drama vertical pertamanya berjudul Satu untuk Dua Hati.

Dalam produksi Progress Sinema yang disutradarai Tono Wisnu tersebut, Ayma dipercaya memerankan karakter Belva, sosok antagonis yang menjadi salah satu penggerak utama konflik cerita.

Kepercayaan memerankan karakter yang tidak mudah itu diberikan setelah Ayma dinilai memiliki kemampuan akting yang matang untuk usianya. Casting Director Andi Abdilah mengatakan sejak tahap audisi, Ayma mampu menunjukkan penguasaan emosi, dialog, hingga ekspresi yang sesuai dengan kebutuhan karakter.


“Belva bukan karakter yang mudah dimainkan. Dibutuhkan kemampuan membangun emosi yang kuat agar penonton percaya. Saat casting, Ayma menunjukkan potensi itu. Selama proses syuting pun ia mampu mempertahankan kualitas aktingnya hingga produksi selesai,” ujar Andi Abdilah.

Bagi Ayma, keberhasilannya menyelesaikan proyek debut tersebut tidak terlepas dari dukungan kedua orang tuanya, aktor Chandra Wahyu dan influencer Sylvia Nabilla. Di sela kesibukan mereka, Chandra secara rutin membimbing putrinya berlatih membaca skenario, menghafal dialog, memahami intonasi, hingga membangun ekspresi di depan kamera.

“Papa yang paling banyak ngajarin aku. Mulai dari cara berdialog, menghafal skenario panjang, mengatur intonasi, sampai bagaimana berekspresi di depan kamera. Jadi waktu syuting aku merasa lebih siap dan tidak terlalu kesulitan,” tutur Ayma.


Tak berhenti sampai di situ, Ayma memanfaatkan masa liburan sekolah untuk memperkaya pengalaman di dunia perfilman. Selama lima hari, ia mengikuti proses produksi film layar lebar
Darah Terowongan Casablangka di Cipanas.

Film bergenre drama action horor produksi Flyingstar Pictures yang berkolaborasi dengan Piranha Pictures itu disutradarai Peppy Piona. Dalam film tersebut, Chandra Wahyu memerankan tokoh Afandi, seorang tabib bijaksana yang menjadi salah satu karakter penting dalam cerita.

Bagi Ayma, kesempatan menyaksikan langsung proses produksi film layar lebar menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga.

“Aku baru tahu ternyata proses syuting film layar lebar jauh lebih kompleks daripada drama vertical. Aku melihat bagaimana para pemain benar-benar mendalami karakter, bukan sekadar menghafal dialog. Proses adegan action juga sangat detail dan membutuhkan persiapan yang luar biasa,” katanya.


Di saat banyak remaja seusianya menghabiskan liburan dengan berwisata, Ayma justru memilih belajar langsung di lokasi syuting. Baginya, pengalaman mendampingi sang ayah bekerja merupakan momen yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membuka wawasan tentang proses kreatif di balik sebuah film.

“Liburan kali ini jauh lebih bermakna. Aku bisa bersama Papa dan Mama sekaligus belajar langsung bagaimana sebuah film layar lebar dibuat. Banyak sekali ilmu yang aku dapat,” ungkapnya.

Sebagai ayah sekaligus aktor, Chandra Wahyu mengaku bangga melihat perkembangan putrinya. Meski demikian, ia menegaskan perjalanan Ayma di dunia seni peran masih panjang dan harus dijalani melalui proses belajar yang berkelanjutan.

“Sebagai orang tua, tugas kami hanya mendukung dan mengarahkan. Saya melihat Ayma memiliki bakat akting yang sangat baik. Selain itu, ia juga mewarisi paras cantik dari mamanya, Sylvia Nabilla, dan memiliki suara yang merdu saat bernyanyi,” ujar Chandra.

Menurutnya, pendidikan tetap menjadi prioritas utama di tengah mulai berkembangnya karier sang putri di dunia hiburan.

“Kami selalu mengingatkan bahwa dunia hiburan harus berjalan seimbang dengan pendidikan. Tahun ini Ayma akan melanjutkan pendidikan di SMA Perguruan Cikini Jakarta. Kami percaya ia mampu menjaga amanah itu dengan baik,” katanya.

Keberhasilan menyelesaikan Satu untuk Dua Hati menjadi langkah awal perjalanan Ayma Nabila di industri hiburan Indonesia. Dengan bekal latihan sejak dini, pengalaman di lokasi syuting, serta dukungan keluarga, ia optimistis terus mengembangkan kemampuan aktingnya melalui berbagai proyek berikutnya.

“Aku ingin terus belajar dan menjadi aktris yang bisa memainkan berbagai karakter dengan baik. Semoga ini menjadi awal dari perjalanan panjangku di dunia perfilman Indonesia,” tutup Ayma.