Femindonesia.com, Yogyakarta — Dove Hairfall Control memperkenalkan inovasi berbasis kecerdasan artifisial (AI) untuk membantu masyarakat memahami kondisi kulit kepala dan rambut rontok secara lebih personal.
Platform bernama “Dove Scalp + Hair AI Analysis” tersebut diluncurkan dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXI Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) di Yogyakarta, bertepatan dengan momentum Hair Loss Awareness Month yang diperingati setiap Agustus.
Kolaborasi Dove Hairfall Control bersama PERDOSKI Cabang Jakarta ini mengedepankan pendekatan deteksi dini dan perawatan rambut rontok yang disesuaikan dengan kondisi kulit kepala masing-masing individu.
PIT XXI PERDOSKI Yogyakarta 2026 diikuti lebih dari 2.000 tenaga medis dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satu sesi ilmiah membahas pentingnya skrining kondisi kulit kepala dan rambut untuk membantu mengidentifikasi masalah kerontokan sejak dini.
Dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika, dr. Sofiah Lontoh, Sp.DVE, MSc.CSO, FINSDV, FAADV, mengatakan masalah rambut rontok tidak semestinya hanya dilihat dari kondisi batang rambut.
“Banyak masyarakat menganggap rambut rontok semata-mata disebabkan oleh batang rambut yang rapuh. Padahal, kondisi kulit kepala juga memiliki peran penting terhadap kesehatan rambut,” ujar Sofiah.
Menurut dia, karakteristik kulit kepala setiap orang berbeda sehingga penanganan rambut rontok tidak dapat disamaratakan. Skrining sejak dini diperlukan untuk membantu memahami kondisi dan faktor yang berkaitan dengan kerontokan.
Atas dasar itu, PERDOSKI Cabang Jakarta berkolaborasi dengan Dove Hairfall Control menghadirkan Dove Scalp + Hair AI Analysis sebagai platform skrining awal berbasis AI.
Pengguna dapat mengakses platform tersebut dengan mengunggah foto close-up kulit kepala sesuai petunjuk, kemudian menjawab sejumlah pertanyaan mengenai kondisi kulit kepala, rambut rontok, serta faktor yang mungkin menjadi pemicu.
Hasil asesmen akan memberikan gambaran mengenai kondisi kulit kepala dan rambut, termasuk analisis jenis kulit kepala serta rekomendasi perawatan yang disesuaikan dengan hasil skrining.
Selain platform AI, Dove Hairfall Control juga memperkenalkan pendekatan “From Scalp to Strands”, yakni perawatan yang dimulai dari kulit kepala hingga batang rambut.
Head of R&D Beauty & Wellbeing Unilever Indonesia, Matthew Seal, M.Sc., mengatakan rangkaian Dove Hairfall Control dikembangkan dengan teknologi Dynazinc™ Complex+.
“Dengan konsep From Scalp to Strands, rangkaian inovasi Dove Hairfall Control bekerja mulai dari kulit kepala hingga batang rambut,” kata Matthew.
Rangkaian tersebut terdiri atas sampo, kondisioner, creambath, hair tonic, serta Bi-Phase Serum + Oil. Dove juga menghadirkan empat varian yang ditujukan untuk karakteristik kulit kepala berbeda, yakni Biotin untuk kulit kepala normal hingga kering, Micellar untuk kulit kepala berminyak, Niacinamide untuk kulit kepala rentan berketombe, dan Hyaluron untuk kulit kepala sensitif.
Seluruh varian tersebut diperkaya Ceramide yang diklaim membantu memperkuat lapisan pelindung kulit kepala.
Dove Hairfall Control juga menyebut penggunaan rutin rangkaiannya dapat membantu mengurangi rambut rontok dan mendukung pertumbuhan rambut baru hingga 2.700 helai dalam empat minggu berdasarkan klaim uji klinis yang disampaikan perusahaan.
Dalam pengembangan edukasi kepada masyarakat, Dove Hairfall Control selanjutnya akan berkolaborasi dengan Watsons sebagai official retailer partner. Edukasi mengenai rambut rontok dan penggunaan platform Dove Scalp + Hair AI Analysis akan diperluas melalui sejumlah gerai Watsons pilihan.
Melalui peluncuran platform AI dan rangkaian produk Hairfall Control, Dove berharap masyarakat semakin memahami pentingnya memperhatikan kesehatan kulit kepala sebagai bagian dari upaya menangani rambut rontok secara lebih dini dan personal.


Tinggalkan Balasan