Femindonesia.com, TANGERANG SELATAN — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah menjadi momentum bagi aktris senior Erna Santoso bersama Yayasan Peduli Anak Indonesia (Yapena) untuk berbagi kebahagiaan dan mempererat silaturahmi dengan masyarakat.
Bersama Pondok Pesantren Al Matiin, Ciputat, Tangerang Selatan, Erna Santoso dan Yapena menggelar acara Maulid Nabi pada Senin (24/8) malam. Kegiatan yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 H itu dikemas dengan memadukan nilai keagamaan, budaya, serta kepedulian sosial.
Mengusung tema arak-arakan palang pintu dan makan bersama, acara tersebut turut diisi dengan dzikir akbar, tarian Aceh, serta kegiatan nonton bersama film Dancing With The Gods dengan anak-anak yatim dan santri Ponpes Al Matiin.

Kegiatan tersebut dipimpin H. Ucup R. Supena dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari tim Yapena Indonesia, VOP pimpinan Princess Natasha Dematra, tim palang pintu, penari, jawara, aparat keamanan, hingga para santri dan pengajar Pondok Pesantren Al Matiin.
Erna Santoso mengatakan, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali mengingat dan menerapkan keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Maulid Nabi bukan sekadar merayakan hari lahir, melainkan menghidupkan kembali ajaran, akhlak, dan kasih sayang Nabi dalam kehidupan sehari-hari. Semakin mengenal beliau, semakin mencintai, dan semakin berusaha meneladaninya,” kata Erna.

Menurut Erna, semangat Maulid Nabi dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif, seperti memperbanyak doa dan shalawat, mengenang perjuangan Rasulullah SAW, memperkuat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Ia juga menilai momentum Maulid Nabi penting untuk mengenalkan sejarah dan akhlak Rasulullah kepada generasi muda. Dengan demikian, nilai-nilai seperti kejujuran, kasih sayang, kesabaran, keadilan, dan kepedulian dapat terus diwariskan.
“Semoga peringatan ini menjadi keberkahan bagi kita semua dan semakin mendekatkan hati kepada Allah SWT serta menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW,” ujarnya.

Sementara pimpinan Ponpes Al Mati’in H. Ucup R. Supena mengungkapkan bahwa Nabi Muhammad SAW lahir pada Senin malam 12 Rabiul Awal. Pada malam Senin kata Haji Ucup ada sinar pancaran terang dari bumi ke langit yang menerangi ke seluruh alam dunia saat kelahiran Nabi Muhammad.
“Nah acara malam ini digelar bersama Yapena bertepatan dengan malam 12 Rabiul Awal. Dan Maulid Nabi malam ini juga mengungkapkan bahwa Indonesia ini adalah toleran dan bersatu bersama sama. Suku manapun, agama manapun tetaplah satu negara, satu bangsa dan satu tanah air Indonesia,” ujar Haji Ucup.
Haji Ucup menyambut baik Yapena Indonesia dengan menggelar Maulid Nabi dibarengi dengan acara simbol perdamaian dunia bersama VOP. Ia berharap acara seperti akan terus berlanjut di ponpesnya dan di tempat lainnnya.

Wakil Ketua Sumarni Padil menambahkan bahwa dirinya menganggumi acara Maulid Nabi yang melibatkan seni budaya Betawi dan Banten.
“Saya berharap acara acara seperti ini digelar setiap tahunnya dalam merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Saya juga mengharapkan anak-anak yatim dan santri ponpes Al Mati’in menjadi anak yang baik sholeh dan sukses kelak, aamiin,” ucap Sumarni.
Perkuat Kepedulian Sosial
Kehadiran anak-anak yatim dan santri dalam acara tersebut menjadi salah satu bagian penting dari kegiatan. Makan bersama menjadi simbol kebersamaan sekaligus bentuk kepedulian sosial yang ingin terus dikembangkan Yapena.

Erna pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Maulid Nabi tersebut.
“Alhamdulillah, acara Maulid Nabi Muhammad SAW berjalan lancar dan penuh syukur. Terima kasih kepada seluruh tim Yapena Indonesia, para santri dan santriwati, ustaz dan ustazah, tim palang pintu, penari, jawara, aparat keamanan, serta semua pihak yang telah membantu,” tutur Erna.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para donatur, yakni Roosdiana, Tati Arief, Eka Aluve, Surtati, dan Jimmy Kadir. Sementara dukungan wardrobe untuk para penari diberikan oleh Waty Salon dan Dwiari Wahyu W.

Erna berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi dapat menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian sosial, serta semangat meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.
“Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan ini dengan pahala dan rezeki yang berlimpah,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan