Femindonesia.com, JAKARTA — Film Bapak Palibg Jujur menggelontorkan sebuah kampanye politik dengan slogan “Kota Ini Butuh Pemimpin Jujur, Rakyat Lelah Dibohongi!” mulai diperkenalkan kepada publik. Kampanye tersebut mengusung pasangan yang disebut JODO, akronim dari JOnas dan SamboDO, sebagai calon dan wakil gubernur yang diklaim membawa harapan bagi masyarakat.

Dalam materi kampanye yang beredar, JODO digambarkan sebagai pasangan yang menawarkan pendekatan berbeda dari kampanye politik pada umumnya. Mereka disebut tidak ingin mengumbar janji maupun menggunakan gimmick politik demi mendapatkan perhatian publik.

“Kami tidak datang membawa janji-janji surga. Tidak ada lagi gimmick politik murahan. Tidak ada lagi bermanis-manis di depan kamera. Ini adalah soal kejujuran,” demikian narasi yang disampaikan dalam materi kampanye tersebut.

Kampanye JODO juga membawa pesan mengenai kejenuhan masyarakat terhadap janji-janji politik. Narasi tersebut menempatkan kejujuran sebagai gagasan utama yang ingin ditawarkan kepada publik.

Sebagai bagian dari langkah awal kampanye, masyarakat dan pendukung JODO diajak mengunggah serta mendistribusikan poster kampanye melalui akun media sosial masing-masing pada Senin, 24 Agustus 2026, mulai pukul 18.00 WIB.

Tim kampanye juga mengajak kalangan pers untuk ikut mengawal perjalanan kampanye tersebut. Media disebut diharapkan memberikan masukan sekaligus mengajukan pertanyaan kritis terhadap gagasan dan pesan yang dibawa JODO.

“Kami butuh masukan dan pertanyaan kritis Anda untuk mengawal kampanye JODO lewat poster kampanye,” demikian ajakan yang disampaikan kepada rekan-rekan pers.

Kemunculan materi kampanye JODO menjadi menarik karena mengedepankan isu kejujuran dan kritik terhadap budaya politik yang dianggap terlalu banyak mengandalkan janji serta pencitraan.

Namun, sejumlah detail mengenai latar belakang pasangan JODO, termasuk konteks proyek atau produksi yang melatarbelakangi kampanye tersebut, belum dijelaskan dalam materi yang beredar.