FEM Indonesia, Jakarta – Komunitas paduan suara Swara Jakarta ’80s (SJ’80s) resmi meluncurkan master song terbaru berjudul “Betawi Mash Up”, sebuah aransemen kreatif yang memadukan dua lagu tradisional Betawi, Kicir-Kicir dan Sirih Kuning, dalam komposisi yang segar, enerjik, dan modern.
Karya tersebut diaransemen oleh Pujo Laksono Wisnu Herlambang, Vocal Coach & Director sekaligus Music Arranger dari Orange Vocal Studio yang juga bertindak sebagai Vocal Director SJ’80s. Dalam aransemen ini, Pujo mengolah komposisi menggunakan format enam pecahan suara yakni sopran, mezzo, alto, tenor, bariton, dan bass yang dinyanyikan secara harmonis oleh seluruh anggota paduan suara.
“Betawi Mash Up dibuat agar bisa dinikmati oleh semua kalangan dan umur dengan memadukan dua lagu tradisional,” ujar Pujo dalam konferensi pers peluncuran karya tersebut di kantor BPH Migas, Jakarta, Minggu (8/3).

Swara Jakarta ’80s sendiri merupakan komunitas paduan suara lintas alumni dari 48 SMA di Jakarta yang kini beranggotakan sekitar 130 orang. Para anggotanya merupakan lulusan dekade 1980-an yang tetap aktif berkarya dan menjadikan musik sebagai ruang kebersamaan sekaligus ekspresi kreatif lintas generasi.
Menurut Pujo, pemilihan lagu Betawi dalam karya ini dilatarbelakangi oleh kecintaan terhadap budaya lokal serta keinginan menghadirkan interpretasi baru terhadap lagu tradisional agar tetap relevan bagi generasi masa kini.
“Proses kreatifnya melalui beberapa tahapan, mulai dari penyusunan aransemen, latihan vokal intensif per section, hingga proses rekaman akhir yang melibatkan seluruh anggota SJ’80s,” jelasnya.
Sementara itu, pendiri Swara Jakarta ’80s Herlambang Setyanto mengungkapkan rasa syukurnya atas perilisan karya tersebut. Ia berharap lagu ini dapat menjadi bagian dari kontribusi komunitas dalam melestarikan musik dan budaya Betawi.

“Alhamdulillah sebelum Ramadan kami sudah memiliki satu karya unggulan, Betawi Mash Up, yang diaransemen oleh Coach Pujo dan dinyanyikan bersama oleh anggota Swara Jakarta ’80s. Lagu ini sudah dirilis di YouTube, Spotify, dan Apple Music,” kata Herlambang.
Ia menambahkan, karya tersebut diharapkan menjadi bagian dari legasi komunitas dalam memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan musik, khususnya budaya di Jakarta.
Ketua Swara Jakarta ’80s Raditya Padmawangsa mengatakan organisasi yang dipimpinnya terus berupaya berkembang menjadi komunitas yang solid sekaligus profesional. Melalui pembinaan dan pelatihan vokal dari Coach Pujo, ia berharap komunitas tersebut dapat terus dikenang dan memberikan inspirasi bagi masyarakat.
“Keunikan dari komunitas ini adalah bagaimana para anggotanya yang berasal dari generasi yang sama tetap bisa berkarya bersama dan mengelola organisasi dengan baik,” ujarnya.

“Betawi Mash Up” merupakan perpaduan kreatif dari dua lagu tradisional Betawi yang telah lama dikenal masyarakat. Kedua lagu tersebut diaransemen ulang menjadi satu kesatuan komposisi yang lincah dan dinamis, tanpa meninggalkan akar tradisinya. Pujo mengakui proses penggarapan aransemen tersebut menghadirkan sejumlah tantangan teknis, mulai dari menggabungkan dua lagu menjadi satu komposisi utuh hingga menyusun notasi enam suara yang harus dinyanyikan secara harmonis oleh seluruh anggota.
“Tantangan lainnya adalah proses latihan intensif bersama para anggota yang dengan bangga menyebut diri sebagai ‘oma dan opa’, namun tetap bersemangat dalam setiap tahapan produksi,” paparnya.
Melalui karya ini, SJ’80s ingin menunjukkan bahwa lagu tradisional dapat dihadirkan kembali dengan pendekatan musikal yang modern tanpa kehilangan identitas budayanya. Aransemen tersebut juga menghadirkan harmoni vokal yang dinamis dan memperkaya warna musikal dari dua lagu Betawi tersebut.
Saat ini, “Betawi Mash Up” telah tersedia di berbagai platform streaming digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
Ke depan, SJ’80s juga tengah mempersiapkan konser spesial yang direncanakan digelar dalam rangka perayaan HUT DKI Jakarta sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya Betawi sekaligus perayaan kebersamaan para senior dekade 1980-an yang terus berkarya melalui musik.
Peluncuran karya ini menjadi bukti bahwa semangat berkarya tidak mengenal usia. Bagi SJ’80s, harmoni bukan hanya tentang musik, tetapi juga tentang persahabatan, kecintaan pada budaya, serta semangat untuk terus bernyanyi bersama.
Untuk melihat aksi SJ80s silahkan buka link TikTok FEM Indonesia dibawah ini:
https://vt.tiktok.com/ZSu2DBkAm/


Tinggalkan Balasan