FEM Indonesia – Tidak dipungkiri digitalisasi yang ada di semua bidang membuat tenaga ahli, khususnya profesi web developer atau pengembang website selalu dicari perusahaan. Lantaran kebutuhan yang cukup besar web developer dapat menjadi pilihan karir yang menarik dan bisa dipertimbangkan.

“Profesi web developer sekarang sudah semakin luas dan memiliki beberapa spesialisasi, antara lain Front End Developer, Back End Developer, dan Full Stack Developer,” kata Brand Ambassador Niagahoster, Peter J. Kambey pada kesempatan event Break Talk bareng beberapa waktu lalu.

Namun demikian, ungkap Backend Engineer Kemenkes RI, Nuris Akbar, tak sedikit pemula yang ingin berkarir menjadi web developer mengalami kebingungan dalam menentukan langkah awal. Terlebih spesifikasi pengembang website yang luas.

“Mulai dari kolam yang paling besar. Cari tahu PHP Framework yang saat ini memiliki potensi market terbesar dan sedang banyak dibutuhkan, misalnya saat ini adalah Laravel, lalu pelajari dan dalami. Yang penting adalah berani untuk memulai. Karena banyak sekali yang bingung harus belajar apa dan akhirnya tidak ada progress sampai berbulan-bulan,” tuturnya.

Padahal, sambung Nuris, web developer pemula dapat memulai dengan membuat satu project sederhana yang sedang banyak dicari sehingga orang lain mengetahui kompetensi yang dimiliki.

“Atau bisa juga dengan cara berbagi ilmu di Youtube atau media sosial. Itu bisa menjadi poin plus karena orang suka melihat seseorang yang mau berbagi ilmu dan akhirnya meningkatkan kepercayaan orang atas kompetensi dan skill yang kita miliki,” jelasnya lagi.

Selain itu dengan menitik karir sebagai web developer, Peter mengakui bahwa pekerjaan sebagai pengembang website berpeluang memiliki penghasilan yang ideal. Bahkan jika konsisten meningkatkan skill akan semakin berpotensi untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar.

“Idealnya profesi web developer minimal mendapatkan penghasilan di atas UMR. Kalau hanya UMR itu kekecilan banget. Karena income itu tidak hanya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari tapi juga untuk menambah skill. Selain itu, mereka juga bisa melakukan bisnis sampingan dengan membuat website atau aplikasi yang banyak dicari dan menjualnya,” paparnya. [foto : dokumentasi/teks : denim]