FEM Indonesia – Ramadhan tahun ini, pedangdut Denias Ismail mengabarkan menjalani ibadah puasa di kampung halamannya, Cianjur, Jawa Barat.

Denias mengungkapkan, bahwa suasana Ramadhan dikampung halamanya sudah banyak yang berubah.

“Kalau dulu dimulai dari makan, kita nerima yang disediain orang tua. Kalau sekarang, kita mikir buka puasa sama apa ya? Sahur sama apa ya? Lebih ke mau sama diri sendiri,” ungkap Denias dikutip dari Nagaswara News, Sabtu (17/4/2021).

Soal makanan atau masakan selama bulan Ramadan, kelahiran Cianjur, 2 Agustus 1994 mengaku tak bisa lepas dari menu mi kuning. Mi kuning atau mi aci adalah kuliner khas Cianjur yang sering disajikan sebagai menu buka puasa.

“Kalau berbuka puasa, mi kuning tiap hari harus ada karena di hari-hari biasa, kayanya nggak pernah makan mi kuning. Apalagi Mi kuning hanya ketemu di bulan puasa, sama kolak pisang,” kenang Denias.

Menjalani puasa di usia dewasa memang berbeda dengan masa kecil. Denias menyebut, ada beberapa hal yang biasa dilakukan saat kecil, tapi kini sudah mulai hilang. Namun ia mengaku kadang suka rindu dengan hal tersebut.

“Yang rutin pasti dari kecil ya tarawih, tadarus juga masih sempat. Yang jarang banget itu kuliah subuh. Waktu kecil itu kan abis sahur disamperin teman-teman ngajak kuliah subuh. Sekarang jarang. Itu yang bikim rindu juga,” pungkas Denias yang saat ini juga tengah menjalankan bisnis kafenya di Cianjur