FEM Indonesia – Pedangdut Dewi Perssik mengambil langkah tegas terkait dugaan pencatutan identitas yang menyeret namanya. Didampingi kuasa hukumnya, Sandy Arifin, artis yang akrab disapa “Mami” itu mendatangi Polda Metro Jaya pada Rabu (13/5/2026) guna menjalani pemeriksaan sekaligus memperkuat laporan hukum yang telah dilayangkan sebelumnya.

Kedatangan Dewi Perssik disebut bukan sekadar memenuhi panggilan pemeriksaan. Pelantun lagu dangdut itu membawa sejumlah bukti digital yang diklaim dapat membantu mengungkap dugaan penyalahgunaan identitas melalui akun Facebook palsu bercentang biru yang mencatut namanya. Bukti tersebut berupa tangkapan layar, data elektronik, hingga dokumen digital yang telah dipindahkan ke dalam flashdisk dan diserahkan langsung kepada penyidik.

Sandy Arifin menjelaskan, pihaknya juga menyiapkan sejumlah saksi untuk memperkuat dugaan tindak pidana manipulasi data elektronik. Menurutnya, perkara tersebut telah berkembang melampaui persoalan pencemaran nama baik, lantaran diduga menimbulkan kerugian materiil serta berdampak pada reputasi publik figur.

Kasus ini bermula dari kemunculan akun palsu di platform Facebook yang menggunakan foto, video, hingga identitas Dewi Perssik tanpa izin. Akun tersebut disebut telah memperoleh tanda verifikasi centang biru, sehingga memicu asumsi publik bahwa akun tersebut resmi milik sang pedangdut. Pelaku diduga mengunggah berbagai unggahan bernuansa pribadi dan mencantumkan kontak manajemen palsu yang berpotensi merugikan sejumlah pihak.

Akibat dugaan aksi tersebut, Dewi Perssik mengaku mengalami kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Selain kerugian finansial, citra dan nama baik mantan istri Saipul Jamil itu disebut ikut terdampak. Karena itu, Dewi memilih menempuh jalur hukum dan menolak penyelesaian damai agar kasus diproses hingga tuntas.

Laporan tersebut mengacu pada dugaan pelanggaran Pasal 35 junto Pasal 51 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait manipulasi data elektronik agar seolah-olah dianggap autentik. Kasus ini pun menjadi sorotan publik di tengah meningkatnya keresahan terhadap maraknya akun palsu berverifikasi di media sosial. [foto dok: instagram dewiperssik9]