Connect with us

Selebriti

Ferry Juan : Pecandu Narkoba Berhak Ajukan Rehabilitasi

Published

on

FEM Indonesia – Pasca tertangkapnya artis komedian Nunung atau Tri Retno Prayudati bersama suaminya, July Jan Sambiran, atas kasus narkoba di rumahnya di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019). Kini menjadi perbincangan seputar hukuman atau rehabilitasi.

Pengacara flamboyan pakar perkara narkotika Ferry Juan mengatakan bahwa sebenarnya dalam kasus pemakai narkoba tidak ada upaya tebang pilih dalam menghukum pelakunya

“Yang membedakan hukumannya itu adalah ketentuan hukum SEMA (Surat Edaran Mahkamah Agung) No.4 Tahun 2010 tanggal 7 April 2010. Disitu jelas mengatur bahwa pemakai narkoba jenis sabu dengan barang bukti kurang dari 1 gram atau pemakai ekstasi kurang dari 8 butir wajib di rehabilitasi. Enggak pandang bulu, itu artis atau masyarakat,” ujar Ferry dalam keterangan siaran persnya pada hari Senin (22/7).

Mantan suami Zarima pun menambahkan, ketentuan itu sehaluan dengan Pasal 54 UU Narkotika No.35 Tahun 2009, yang mewajibkan pecandu di rehabilitasi. Menurutnya, rehabilitasi bagi pecandu sesuai ketentuan Pasal 103 Ayat 2 UU Narkotika No 35 Tahun 2009 adalah merupakan hukuman dan bukan justru membebaskan pecandu dari hukuman.

“Siapa saja yang terlibat penyalahgunaan narkoba, bisa memohon untuk langsung di rehabilitasi ke panti-panti rehabilitasi yang kredibel sesuai rekomendasi BNN (Badan Narkotika Nasional),” tambah Ferry Juan.

Namun demikian kata ayah dari Niquita Juan ini menerangkan dengan catatan, yaitu harus memenuhi persyaratan dalam ketentuan SEMA No.4 Tahun 2010 tanggal 7 April 2010. “Kalau tidak terpenuhi, maka si pecandu harus menjalankan hukuman penjara sesuai Pasal 127 atau pasal lainnya dalam UU Narkotika No.35 Tahun 2009,” jelasnya.

Terkait proses peradilan hukum penyalahgunaan narkoba di Tanah Air, Ferry menyebut, sanksi hukuman di negeri ini sudah cukup berat.

“Tetapi, belum sepenuhnya sesuai koridor atau regulasi peraturan yang berlaku dan memenuhi rasa keadilan masyarakat. Contoh, seringkali saya mendengar pecandu dipersulit untuk rehabilitasi oleh karena hal-hal transaksional dan jika demikian adanya bagaimana kita bisa menyembuhkan anak-anak bangsa yang menjadi korban narkoba? Padahal, amanat Pasal 54 UU Narkotika No.35 Tahun 2009 sudah jelas dan tegas bahwa pecandu wajib di rehabilitasi,” tandas Ferry.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FEM Depok

Chef Aiko Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan Kosong Untuk Kebun Pangan Keluarga

Published

on

FEM Depok – Dalam rangka milad ke-27 Tahun, Dompet Dhuafa tingkatkan ketahanan pangan keluarga, seperti yang digerakan di kawasan Beji, Depok, Jawa Barat.

”Awalnya Program Kebun Pangan Keluarga ini dilakukan untuk mensiasati kebutuhan pangan bagi keluarga yang terdampak Covid-19 agar bisa memperoleh kebutuhan pangan dasarnya dari halaman rumah sendiri,” kata Bambang Suherman, Direktur Pengembangan Zakat dan Wakaf, Minggu, (28/06/2020).

Chef Aiko yang hadir di tengah Kebun Pangan, berupaya mengajak peran masyarakat dalam memanfaatkan lahan yang kosong untuk dimanfaatkan menjadi kebun pangan yang produktif, sehingga dapat mencukupi kebutuhan pangan bagi keluarga. Chef Aiko juga memberikan tips dalam kegiatan memasaknya dengan bahan-bahan yang mudah di dapat sekitar kebun pangan.

“Lingkungan lainnya bisa mengambil contoh dengan pemanfaatan lahan kosong untuk dijadikan kebun pangan keluarga. Meskipun tidak setiap hari, setidaknya 3-4 hari bisa panen untuk melengkapi kebutuhan pangan keluarga. Selain itu keberadaan kebun pangan ini bisa dijadikan lahan bisnis bagi keluarga dalam memutarkan roda ekonomi di tengah new normal,” ujar Chef Aiko.

Kebun pangan keluarga merupakan perjalanan Dompet Dhuafa di tengah Pandemi Covid-19 untuk terus menebarkan manfaat ke masyarakat luas, dengan usia yang saat ini akan menginjak 27 Tahun, Dompet Dhuafa terus memberikan solusi dalam memperbaiki kehidupan di kalangan masyarakat dhuafa.

“Dalam rangka milad 27 Tahun Dompet Dhuafa, saya berharap Dompet Dhuafa semakin kuat dalam memberikan manfaat tentu saja bagi masyarakat, selalu bisa hadir dalam mengisi kekosongan harapan masyarakat yang dhuafa. Mendapingi masyarakat yang berjuangan dalam memperbaiki perlikau maupun kondisi ekonomi,” tandas Bambang Suherman.

Continue Reading

Movie & TV

Kembali Galang Donasi, Live Stream Fest Vol.4 Diramaikan 80 Artis & Pembicara

Published

on

FEM Indonesia – Grup Kahitna, Nidji dan Tretan Muslim serta Coki Pardede dan 80 pembicara akan hadir di Live Stream Fest Vol. 4, Sabtu dan Minggu. 27 28 Juni 2070, pukul 10.00 22.00 WIB, hanya di Vidio, dengan tiga (3) program pilihan, Live Music, Live Talks, dan Live Comedy.

Setelah sukses terselenggara Live Stream Fest Vol. 1 Live Stream Fest Vol. 3 sebagai pelopor The First Live Streaming Festival berbasis online, Live Stream F est Vol. 4 kali ini persembahan Bank BRI yang diorganisir Samara Live dan MRA Media kembali mengangkat bintang tamu yang lebih beragam, menghibur dan mengajak lebih banyak pihak untuk berpartisipasi dan bergerak bersama membantu masyarakat yang terdampak COVID 19.

“MRA Media kembali menjadi bagian penting dari Live Stream Fest Vol. 4. Inilah hiburan terkini yang sudah diterima dan dinikmati masyarakat. Selain menghibur, masyarakat juga bisa belajar hal hal baru dan berbagi donasi, lewat platform Live Streaming,” ujar lwet Ramadhan, Head ofBusiness Growth MRA Media.

Live Stream F csl Vol. 4 tambah Iwet, bertujuan untuk membuat industri Live Even! di Indonesia tetap bergerak dengan Live Streaming sebagai platform baru menggantikan online event, dengan program yang memberikan informasi yang mendidik dan menghibur penonton dan tetap mengedepankan interaksi, pengalaman yang menyeluruh, dan mengajak banyak pihak bersatu

“Dukungan Bank BRI di gelaran Live kali ini merupakan sebuah bentuk aktif BRI dalam mengajak masyarakat, khususnya nasabah BRI. mengimplementasikan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Untuk itu Bank BRI memiliki aplikasi BR1mo yang dapat memenuhi kebutuhan layanan perbankan di masa masa seperti ini,” kata Handayani, Direktur Konsumer PT Bank Rakyat 1ndonesia(persero) TBK BRI.

Live Stream Fest Vol. 4 hadir mengangkat tagar #LoginKeseruanmu dan #CuvidSafeBUMN dengan harapan melalui acara live streaming ini, kita bisa selamat dari tekanan COVID 19 melalui program yang menghibur dan mendidik. Selain itu, adanya program talkshow dari narasumber yang berpengalaman, hiburan konser musik dari berbagai musisi terbaik Tanah Air, diharapkan dapat menginspirasi dan menghibur masyarakat di masa transisi menuju The New Normal. Live Stream Fest Vol. 4juga mengajak masyarakat #MulaiLagi, dengan semangat memulai kehidupan dan aktivitas, tentunya dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan.

Ajakan itu disambut baik oleh penonton lantaran donasi yang berhasil dikumpulkan di Live Stream Fest Vol. 1 sampai jelang Live Stream F est Vol. 2 berhasil terkumpul sebesar Rp. 330.000.000. Keberhasilan berlanjut di Live Stream Fest Vol. 2 yang memperoleh total Rp. 551.046.620 dan dilanjutkan di Live Stream Vol. 3 yang memperoleh sebesar Rp. 596.936.335. Donasi akan tetap dibuka hingga berakhirnya Live Stream Fest Vol. 4 yang akan diselenggarakan pada 27 28 Juni

“Live Stream Fest Vol. 4 pantas ditunggu masyarakat. Sebab kami telah menyempurnakan acara ini dari pengalaman penyelenggaraan tiga acara sebelumnya. Grafik penonton selalu naik. dan terakhir mencapai 830,139 ribu unique watchers. Kali ini target kami adalah mencapai 1.000.000 unique watchers. Live Stream Fest Vol. 4 mcnghadirkan berbagai konten menghibur dalam tiga (3) program sekaligus. Masyarakat tinggal memilih, konten Music, Talks. dan Comedy yang mana yang akan menghibur mereka,” kata Desy Bachir, Chief Marketing Offlcer Samara Media & Entertaiment.

Live Stream Fest Vol. 4, telah siap menampilkan lebih dari 80 pembicara yang inspiratif, deretan selebritas, musisi, komedian dan pengisi acara lainnya dalam event Live Stream Fest Vol. 4, diantaranya pada Program Live Talks menghadirkan Abcnk Alter & Andra Alodita, Adib Hidayat, Akbar Rais, Billy Boen, Handayani, Jovita Ayu, Kenny Santana, Marvin Sulistio, Rachmat Kaimuddin, Sunarso, Wibawa Prasetya, Raden Jane Berliana, Dino Hamid, dan Tina Meilina.

Program Live Music menghadirkan Kahitna, Padi Reborn, D’Masiv, Nidji, Saxy Night Hard Rock FM with Ardhito Pramono, Endah N Rhesa, Nadin Amizah, Fourtwnty, FRA (Tripo 3000), Jidho (Pon Your Tone), YES!, Radya (CUL DE SAC), Merdi (Diskoria), Pemuda Sinarmas, Agrikulture DJ SET, Winky Wiryawan, dan Kenny Gabriel.

Program Live Comedy juga menghadirkan Tretan Muslim, Coki Pardede, Ananta Rispo, Dustin Tiffani, Syahid Han Laksmana, Koko Yawo, Aan Papeda, Miftakhul Ilmy, Ade Indra, Rio Dumatubun, Putra Pattinama, Kang Kicuy, Kang Ripay, Falah Akbar, Aris, Guzman Sige, Tama Randy, Kuns Kurniawan, Michelle Wanda, dan Priska Baru Segu, dan masih banyak lagi.

Continue Reading

Music

Eddy Law: Cover Lagu Tanpa Ijin di Medsos Bisa Kena Denda 500 Juta dan…

Published

on

FEM Indonesia – Maraknya youtuber yang mengcover lagu-lagu hits tanpa ijin dari sang pencipta lagu dan label membuat pengacara Eddy Law bersuara keras.

Penyanyi dan praktisi hukum ini berujar bahwa para pengcover lagu bisa kena sanksi hukum penjara 3 tahun dan denda 500 juta rupiah.

“Cover-mencover lagu di kanal YouTube itu adalah pelanggaran dan bisa dilakukan upaya hukum perdata dan pidana oleh pemilik lagu, karena semuanya sudah diatur dalam Undang-undang Hak Cipta. Sanksinya 3 tahun penjara dan denda 500 juta rupiah,” kata Eddy Law dikutip dari laman Nagaswara News, Rabu (24/6/2020).

Menurut mantan pengacara Zaskia Gotik itu, tata laksana aplikasi dan pelaksanaan dari perundang-undangan tersebut juga dianggap belum maksimal. Karena masih terjadi persepsi dan tafsiran yang berbeda pada tindak pidana antara diantara penegak hukum.

“Undang-undang Hak Cipta No.28 Tahun 2014 sudah jelas mengenai sosialisasi antar lembaga pemerintahan dengan lembaga kolektif nasional. Begitu juga LMKN dengan para pemegang Hak Cipta dan pemegang hak terkait, yaitu para pelaku pertunjukan,” jelasnya lagi.

Eddy melihat trend medsos YouTube di Indonesia acapkali dianggap membuat orang kebablasan. Terutama dalam mencover karya lagu yang dirilis oleh label musik tempat artis bernaung. Sehingga, kegiatan cover lagu di Youtube berujung kepada penyelesaian kasusnya di pengadilan.

Eddy Law yang baru saja menyelesaikan gelar doktoralnya dalam bidang Hak Cipta di UNDIP Semarang mengharapkan, para YouTubers agar lebih melek hukum. Apalagi selama ini mereka juga bekerja dengan menjunjung kreativitas dan karya cipta.

Continue Reading

Trending