FEM Indonesia – Diangkat dari cerita novel karya kreator Ratih Kumala (Gadis Kretek), Film 1 Imam 2 Makmum disutradarai Key Mangunsong berkisah tentang suami membagi cintanya kepada 2 isteri? Dan menjadi pertanyaan, akankan cinta cukup untuknya?
Konflik emosional ini menjadi benang merah di cerita film dengan genre drama romantis, yang setiap adegannya kabarnya akan dipenuhi banjir air mata.
“Anika adalah wanita yang kuat dan mandiri dalam keadaan apa pun meski sulit dijalani. Padahal ia menjadi korban kesetiaannya. Ia tetap menyediakan sarapan buat Arman. Sedangkan Arman tetap dingin tak mau jadi Imam salat sebagai suami yang sah,” ujar Ratih Kumala.
Diproduseri Fauzar Nurdin dan Aurora Lovenson Chandra, film produksi Base Entertainment dan Cahaya Picture ini menjadi catatan masukan untuk pasutri yang baru menikah.
Film yang Diakurasi untuk 13 tahun ke atas, film 1 Imam 2 Makmumdibintangi sederet pemeran berpengalaman seperti Fedi Nuril, Revalina S Temat, Amanda Manopo, Marini dan lain-lain.
Film bercerita sosok Arman (Fedi Nuril) yang isterinya bernama Leila wafat karena surgeri (operasi) akibat penyakit ganas stadium empat. Atas saran ibunya, Arman akhirnya menikahi Anika di hadapan jenazah Leila. Namun, dalam kehidupan rumah tangga, sangat unik. Di sisi lain, Arman tidur terpisah di kamar sendiri dan enggan memperkenalkan isteri barunya yang sah kepada teman-temannya sekantor.
Bahkan, Arman tak mau jadi imam shalat bagi Anika. “Arman terjebak masa lalu dan mengenang masih mencintai Leila,” ucap Key Mangunsong. Sedangkan Anika ingin menjadi isteri yang setia dan baik. Anika hancur berkeping-keping. Terlebih lagi, ia menemukan dua cin cin yang disimpan Arman : cin cin untuk Leila dan untuk dirinya. Ini menjadi dilema. Di depan makam Leila, Anika menangis mengadu nasibnya.
“Apa salah saya. Mengapa suamiku masih berpoligami dengan isterinya yang sudah wafat sedangkan aku dicuekin?,” keluh Anika. “Kamu berhak berduka. Tapi aku juga berhak bahagia,” doa Anika.
Bagaimana solusi penyelesaiannya yang mujarab? Adakah keajaiban atau mujizat dari Tuhan untuk Anika yang tulus membaca Surah Al Fatihah dalam ibadahnya?
Hanya yang tampak divisualisasi di layar (setelah berdamai) adalah ketika sang suami salat berjemaah sebagai Imam, namun sang isteri mengikutinya sejajar. Bukankah seharusnya isteri di posisi di belakang suami? Begitulah film ini yang akan membuat penonton penasaran.


Tinggalkan Balasan