FEM Indonesia – Film Dilan ITB 1997 menghadirkan wajah baru dari sosok legendaris ciptaan Pidi Baiq. Jika sebelumnya Dilan identik dengan remaja SMA dan romansa ringan, kali ini ia tampil sebagai mahasiswa seni di Institut Teknologi Bandung (ITB), terjebak dalam pusaran gejolak politik menjelang Reformasi.
Disutradarai oleh Fajar Bustomi dan diproduksi Falcon Pictures, film ini mengambil latar tahun 1997–1998, masa ketika Indonesia berada di ambang perubahan besar.
Tokoh Dilan kini diperankan oleh Ariel NOAH, yang menghadirkan karakter lebih dewasa—seorang mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain yang aktif di gerakan kampus. Ia bukan hanya aktivis, tetapi juga seniman jalanan yang menyuarakan aspirasi lewat musik.
Di tengah demonstrasi mahasiswa Bandung, Dilan tampil dengan gitar akustiknya, menyanyikan lagu-lagu penyemangat di antara poster bertuliskan tuntutan reformasi seperti “Turunkan Soeharto” dan “Bubarkan Orde Baru”.
Latar Sejarah yang Kuat
Film ini tak sekadar kisah cinta, tetapi juga memotret momen penting dalam sejarah Indonesia, terutama peristiwa Reformasi 1998 yang berujung pada lengsernya Soeharto setelah 32 tahun berkuasa.
Adegan-adegan demonstrasi di Bandung, termasuk di sekitar Gedung Sate, digambarkan penuh tensi dengan barikade aparat dan korban luka dari kalangan mahasiswa.
Cinta di Tengah Gejolak
Di tengah situasi politik yang panas, kisah asmara tetap menjadi benang merah. Dilan menjalin hubungan dengan Ancika (Niken Anjani), sementara bayang-bayang Milea (Raline Shah) masih hadir dalam hidupnya.
Puncak emosional terjadi saat Soeharto lengser—momen yang disambut suka cita—yang kemudian beriringan dengan keputusan personal Dilan untuk menikahi Ancika. Film ini memperlihatkan bagaimana perubahan besar negara berjalan berdampingan dengan perjalanan hidup individu.
Musik dan Nuansa Nostalgia
Sebagai musisi, Ariel juga menyumbangkan warna kuat lewat soundtrack, termasuk lagu “Senang Dengar Suaramu Lagi” dan “Dulu Kita Masih Remaja”. Musik menjadi medium penting dalam membangun emosi sekaligus memperkuat suasana era 90-an.
Ansambel Pemeran
Selain tiga tokoh utama, film ini juga diramaikan oleh deretan aktor seperti:
- Wafda Saifan Lubis
- Arya Saloka
- Rey Bong
- Qibil The Changcuters
- Hasyakyla Utami
- Tarsan
- Rina Hasyim
Evolusi Semesta Dilan
Film ini menjadi kelanjutan dari semesta Dilan yang sebelumnya sukses lewat Dilan 1990 dan Milea: Suara dari Dilan yang dulu diperankan Iqbaal Ramadhan.
Namun, “Dilan ITB 1997” menawarkan pendekatan lebih matang menggabungkan romansa, idealisme, dan realitas sosial-politik dalam satu narasi.
Penutup
Film yang mulai tayang 30 April 2026 ini bukan sekadar nostalgia, tetapi juga refleksi: tentang cinta, perjuangan, dan pilihan hidup di tengah perubahan zaman. Bahkan, penonton dibuat penasaran dengan penutupnya yang memberi isyarat kelanjutan kisah Dilan berikutnya.
“Dilematis, antara masa lalu dan masa depan,” kata Ariel tentang karakter yang ia perankan—sebuah kalimat yang merangkum keseluruhan jiwa film ini.


Tinggalkan Balasan