FEM Indonesia – Sutradara Azhar Kinoi Lubis kembali menghadirkan teror ilmu hitam lewat film horor sekuel bertajuk Kafir: Gerbang Sukma.

Film ini melanjutkan kisah kelam dari Kafir: Bersekutu dengan Setan, dengan nuansa yang lebih gelap, lebih gore, dan sarat drama psikologis yang mencekam.

Tak sekadar mengandalkan jumpscare, Kafir: Gerbang Sukma mengeksplorasi horor balas dendam yang belum tuntas, sekaligus membuka kembali dosa-dosa masa lalu yang selama ini terkubur. Unsur gore ditampilkan lebih berani—menonjolkan kekerasan ekstrem, darah, hingga pencederaan tubuh—membuat adrenalin penonton terus terpacu sepanjang film.

“Di film kedua ini saya menampilkan horor yang lebih eksploratif,” ujar Azhar Kinoi Lubis.

Selain teror ritual yang mengundang rasa merinding, sisi drama juga diperkuat dengan pendekatan yang lebih empatik terhadap karakter. Naskah film ditulis oleh Upi dan Dea April, dengan Chand Parwez Servia dari Starvision kembali duduk sebagai produser.

Film ini dibintangi jajaran aktor lintas generasi, antara lain Putri Ayudya, Rangga Azof, Nadya Arina, Indah Permatasari, Asha Assuncao, Arswendi Bening Swara, Muthia Datau, Sujiwo Tejo, Nova Eliza, Teddy Syach, Fuad Idris, Totos Rasiti, dan lainnya. Kehadiran sejumlah pemeran baru memberikan warna serta dinamika cerita yang semakin kompleks.

Teror Lama yang Bangkit Kembali

Berlatar delapan tahun setelah film pertama, Kafir: Gerbang Sukma kembali mengikuti perjalanan Sri (Putri Ayudya) yang berusaha menebus dosa masa lalunya. Ia menata hidup bersama anaknya Dina (Nadya Arina) dan Andi (Rangga Azof), yang kini telah menikah dengan Rani (Asha Assuncao).

Namun ketenangan itu runtuh ketika Sri mendapat kabar bahwa ibunya sakit keras. Kunjungan ke kampung halaman justru menjadi awal malapetaka. Dosa lama yang selama ini disembunyikan Sri kembali bangkit dan mengancam keselamatan seluruh keluarganya.

“Sri kini lebih fokus menjaga anak-anak dan keluarganya. Range akting dan emosinya lebih lebar—bagaimana ia berada di titik tenang lalu panik,” ungkap Putri Ayudya.

“Ada banyak ruang untuk berefleksi dari perjalanan karakter Sri di film ini,” tambahnya.

Siap Menghantui Layar Lebar

Tetap mengandalkan lokasi-lokasi eksotis yang memperkuat atmosfer mistis, Kafir: Gerbang Sukma juga didukung tata musik dan scoring intens garapan Aghi Narottama dan tim, yang semakin mengentalkan rasa teror.

Film Kafir: Gerbang Sukma dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 29 Januari 2026, siap menjadi sajian horor penuh darah, emosi, dan balas dendam yang menghantui.