FEM Indonesia, Belanda — Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia di Belanda (ASPINA) berhasil memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia melalui penyelenggaraan Discovering the Magnificence of Indonesia (DMI) Expo 2025 yang berlangsung di 2 lokasi Indonesia House Amsterdam 30-31 Oktober, dan di Grand Hotel Amrath Kurkauz Den Haag pada 1–2 November 2025.

Lewat program HIPMI Goes to Netherlands, organisasi pengusaha muda ini tampil sebagai agregator utama dalam misi memperluas pasar ekspor, promosi pariwisata, mempererat hubungan antarnegara, serta mendorong investasi strategis dari Eropa ke Indonesia.

Sukses Gaungkan Produk Ekspor Unggulan Tampil di Jantung Eropa

Pada Event DMI Expo 2025, HIPMI menghadirkan beragam produk UMKM dari berbagai daerah yang turut menjadi peserta HIPMI Goes to Netherlands, Di antaranya, Tas Noken – Mimika Papua (Widhiyani), Awan Kerupuk Ikan – Palembang, Coat Tenun – Juka Studio (Julie Kaimuddin), Kain Lily Tenun – Sulawesi Tenggara (Trinop Tijasari), B2B MaklonLab & Retail Glumevit – Solo (Aulia Afifah), Batik & Handycraft Aylika – Tangerang, Sabira Ecoprint – Rina Oshibana (Depok), Tekku Mokku Home Decor – Bojonegoro Mangrove Snack – M. Agus Mulyana (Kab. Tangerang) – Agent Wisata Carlytours –  Eksportir (Ajizul). Produk-produk tersebut dipamerkan kepada para calon pembeli, investor, diaspora, dan pemangku kepentingan bisnis di Eropa.


HIPMI: Agregator Penguatan Diplomasi Ekonomi

Ketua Bidang Pariwisata Ekonomi Kreatif HIPMI, Alvin Kennedy, menegaskan bahwa program HIPMI Goes to Netherlands turut berpartisipasi pada Event DMI Expo 2025 yang pada saat disana berkolaborasi HIPMI dan  ASPINA  dalam menyiapkan UMKM Indonesia menembus pasar global, bukti HIPMI hadir memberikan kesempatan ekspansi bagi para anggotanya yang memiliki potensi dan identitas khas dari wilayahnya.

“HIPMI sukses bertindak sebagai agregator utama, memperkuat diplomasi ekonomi serta mempromosikan perdagangan, pariwisata, investasi, serta bukti HIPMI hadir memberikan kesempatan ekspansi pada anggotanya”ujar Alvin Kennedy, Senin (10/11/2025).

Ia menyebutkan bahwa Belanda memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk produk Indonesia ke pasar Eropa, sehingga kolaborasi lintas sektor menjadi kunci peningkatan pemasaran produk ekspor nasional.


Membangun Jejaring Ekspor Lewat Misi Dagang

Ketua panitia HIPMI Goes to Netherlands, Maya Carlina, menambahkan bahwa expo ini bertujuan memperkenalkan produk unggulan daerah kepada berbagai stakeholder di pusat ekonomi Eropa untuk bisa ekspansi melalui Negara Belanda.

“Kami membangun sinergi untuk memperkuat hubungan antarnegara, membangun jejaring, dan meningkatkan kapasitas bisnis anggota HIPMI untuk ekspansi agar siap memasuki pasar Eropa melalui Belanda karena banyak diaspora ataupun warga Indonesia yang tinggal di Belanda hingga puluhan tahun,” jelas Maya Carlina.

Ia berharap kolaborasi yang terjalin antara HIPMI & ASPINA dapat membuka peluang bagi pengusaha lokal untuk berekspansi karena masih banyak peluang dan potensi pasar yang dibutuhkan pasar Eropa karena Indonesia yang akan kaya sumber komoditinya.

Sementara itu, Syafiih kamil Wakil Ketua Umum ASPINA mewakili Ketua Umum ASPINA Abdul Latif Gau mengungkapkan bahwa Kerjasama ASPINA – HIPMI adalah kontrak sosial jangka panjang dalam rangka turut mendukung terbentuknya ekosistem ekspor-impor yang sehat, bisa di akses secara fair dan terbuka oleh semua pelaku usaha.

Dukungan Dubes RI Belanda: Pameran Seperti Ini Harus Diperbanyak

Duta Besar RI untuk Belanda, H.E. Mayerfas, memberikan apresiasi kepada semua delegasi Indonesia yang turut berpartisipasi dalam event DMI Expo 2025 terutama keikutsertaan HIPMI.

“Acara seperti ini memberikan keuntungan besar bagi pelaku usaha dari berbagai daerah di Indonesia. Kami siap membuka peluang agar lebih banyak pameran dan kegiatan promosi digelar di Belanda,” harap Mayerfas.

Ia juga menegaskan pentingnya memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan arus perdagangan dan memperkuat daya saing produk lokal di pasar internasional.