FEM Indonesia – Tak dipungkiri sektor ekonomi kreatif kini menjadi sesuatu yang diperhitungkan di pelbagai daerah. Pasalnya dengan mengedepankan sektor tersebut maka bidang lain turut terkena dampak positif. Untuk itu, Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional atau Gekrafs, baru-baru ini melantik pengurus Gekrafs wilayah Lampung.

Dalam pelantikan tersebut hadir perwakilan Gubernur Lampung, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ir. Kusnardi M.Agr.Ec, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Boby Irawan, S.E., M.Si dan Ketua Gekrafs Lampung, DR. H.Handrie Kurniawan, S.E.MIP dan para pelaku bisnis kreatif.

Menurut Wakil Ketua Bakominfo Dewan Pengurus Pusat Gekrafs, Derie Arya, Lampung memiliki potensi besar yang hampir merata di semua ekonomi dan kreatif. Sebab itu dibutuhkan kerjasama dari semua pihak agar dapat saling bersinergi sehingga menguatkan bidang lain seperti pariwisata, budaya, kuliner dan sebagainya.

“Terlebih jumlah kota dan kabupatennya cukup luas ya. Ada dua kota besar dan 13 Kabupaten dengan areal wilayah yang cukup luas,” katanya usai pelantikan.

Derie pun memberi contoh ekonomi kreatif yang menonjol di Lampung, semisal keberagaman budaya dengan kearifan dan sektor pariwisata.

“Sebut saja destinasi pinggir pantai dan pegunungan. Ditambah dengan kriya dan kuliner yang unik dan beragam, bahkan sudah ada beberapa Desa Wisata yang menjadi icon seperti Pulau Pahawang, Kalianda dan sebagainya,” ujar pria yang juga presenter ini.

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Gekrafs Lampung Handrie berharap dapat memperluas pasar bagi produk-produk kreatif dan melakukan inovasi serta kreatifitas sehingga membawa dampak positif bagi perekonomian setempat.

Untuk diketahui, Gekrafs merupakan organisasi independen dengan inisiator Sandiaga Salahudin Uno. Melalui visi dan misi, organisasi yang beranggotakan pelaku ekonomi kreatif dan pengusaha daerah ini ingin saling bersinergi antar semua sektor yang meliputi 17 subsektor ekonomi kreatif untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang mapan dan stabil bagi semua pihak. [foto : dokumentasi/teks : denim]