FEM Indonesia, JAKARTA – Musisi muda Indonesia, Indra Adhari, kembali menunjukkan produktivitasnya di industri musik Tanah Air dengan merilis single terbaru bertajuk “Seperti Kacang Lupa Kulit” (SKLK). Lagu ini menjadi rilisan ke-49 sepanjang kariernya sekaligus bagian dari proyek ambisius bertajuk One Month One Song.
Dikenal sebagai penyanyi sekaligus pencipta lagu, Indra Adhari memulai perjalanan musiknya dari jalanan sebagai pengamen hingga tampil dari kafe ke kafe. Kini, seluruh karya lagunya telah tersedia di berbagai platform digital musik dan media sosial resminya.
Program One Month One Song sendiri telah dijalankan sejak Januari 2026. Dalam konsep ini, Indra ditantang untuk merilis satu single baru setiap bulan selama satu tahun penuh. “Single ‘Seperti Kacang Lupa Kulit’ adalah rilisan keempat dari konsep tersebut yang digagas oleh bang Bois,” ungkap Indra.
Lagu SKLK mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni tentang seseorang yang berubah menjadi sombong, lupa diri, dan tidak tahu berterima kasih setelah meraih kesuksesan atau kekayaan. Dibalut dengan nuansa pop melayu, lagu ini diharapkan dapat mudah diterima oleh pendengar luas.
Konsep One Month One Song digagas oleh Bois Famous Maker, yang melihat proyek ini sebagai terobosan baru di industri musik Indonesia. Ia optimistis konsep tersebut mampu menjadi tantangan sekaligus peluang bagi musisi untuk tetap konsisten menghasilkan karya yang relevan dan komersial.
“Konsep ini bisa dibilang pertama di Indonesia, dengan target berjalan selama satu tahun. Ini tentu menjadi tantangan besar bagi musisi untuk terus produktif,” ujar Bois.
Selain aktif bermusik, Indra Adhari juga mengembangkan usaha di bidang periklanan berbasis UMKM melalui workshop produksi yang telah dirintisnya selama tiga tahun terakhir. Ia juga masih rutin tampil di berbagai panggung, mulai dari kafe hingga event konser musik.
Dengan konsistensi dan semangat berkarya yang terus dijaga, Indra Adhari semakin memperkuat eksistensinya sebagai salah satu musisi independen yang patut diperhitungkan di industri musik Indonesia.


Tinggalkan Balasan