FEM Indonesia – Kejahatan siber merupakan tindakan criminal yang dapat merugikan siapa pun di dunia maya. Banyak kerugian yang ditimbulkan pada si korban terutama finansial. Ada berbagai jenis cyber crime, salah satunya adalah hacker yang menembus keamanan suatu website. Tujuan hacker pun beragam dalam melakukan aksinya. Dilansir dari blog Niagahoster, 85 persen pelaku cyber crime melakukannya sebagai sarana pembelajaran, 76 persen melakukannya untuk mendapatkan uang, 65 persen melakukannya hanya iseng dan untuk bersenang-senang.
Bahkan karena hacker menyerang siapa dan kapan, termasuk content management system (CMS) yang paling banyak digunakan oleh pemilik website di dunia yaitu WordPress. Terlebih WordPress banyak digunakan perusahaan dan bisnis sehingga menjadi sasaran empuk hacker.
Untuk diketahui, belum lama ini, dikabarkan ada 15 ribu website WordPress terkena serangan hacker. Serangan malware tersebut menginfeksi sekitar 20 ribu file di website korban hack sehingga menimbulkan kerugian yang besar bagi pemilik website dan pihak-pihak yang bersangkutan.
Bahkan, tidak hanya WordPress yang websitenya bisa mengalami kerentanan terhadap ancaman keamanan dari serangan hacker, CMS lain juga memiliki risiko yang sama besarnya karena hacker dan pelaku kejahatan siber tidak memilih-milih siapa target mereka.
Sebab itu untuk mengantisipasi serangan hacker pada CMS, Niagahoster mempunyai tips. Layanan hosting ini menyebut penyedia CMS harus menambah keamanan bagi pelanggannya, pemilik website pun wajib aware dan memperketat proteksi situs yang dimiliki. Sedangkan bagi pemilik website yang masih awam, cara paling mudah adalah dengan menginstal plugin keamanan.
Selain itu, ada pula langkah kecil yang bisa dilakukan pemilik website yang akan berdampak besar dan mencegah serangan kejahatan siber yaitu melakukan update secara berkala. Menurut Universitas Harvard, ketika melakukan update pada plugin, tema, versi CMS, maupun komputer yang digunakan, hal tersebut sudah bisa mencegah kejahatan siber. Pasalnya, malware yang disiapkan tidak akan bisa bekerja.
Sementara cara mudah yang dapat dilakukan yakni mengaktifkan pengaturan auto update pada CMS, plugin, serta tema, sehingga website tidak mudah diserang hacker dan pelaku kejahatan siber lainnya. Atau, pastikan memilih layanan hosting yang memiliki fitur auto update seperti Niagahoster. [foto : dokumentasi/teks : denim]


Tinggalkan Balasan