FEM Indonesia – Mengisi ruang penyanyi muda di blantika musik tanah air, Felisha Stefia Cung hadir dengan meluncurkan single Aku Kan Slalu Ada. Dengan balutan music ringan serta lirik easy listening, karya Indra Watoe yang dibantu Felisha ini, menceritakan peran penting sahabat yang akan selalu ada untuk menjadi teman bercerita sekaligus menghibur.

“Ya awalnya dari curhatan teman-temanku yang membutuhkan teman untuk tempat cerita. Sebagai sahabat, aku mendengarkan dan menghibur. Jadi saat merasa sedang dalam keadaan sedih jangan pernah merasa sendirian. Sebab akan selalu ada sahabat yang siap menemani dan setia sampai kapanpun,” ujar Felisha usai performance di salah satu Bar dan Lounge di bilangan Pluit, Jakarta Utara, Ahad (15/10).

Perempuan yang menyukai penyanyi Celine Dion dan Mahalini itu berharap single anyarnya dapat menjadi inspirasi bagi siapapun yang mendengar.

“Aku pengen yang dengar laguku mengerti artinya sekaligus menghibur,” kata dara kelahiran Jakarta 11 Agustus 2010 didampingi kedua orangtua, coach vocal Michael dan pencipta lagu Aku Kan slalu Ada, Indra Watoe.

Di tempat yang sama, Indra mengatakan proses pembuatan single tersebut memakan waktu lebih kurang 3 bulan. Hal ini lantaran tidak menemui kendala saat pembuatan awal hingga akhir lagu   Aku Kan slalu Ada.

“Lumayan ya. Dari lirik, latihan vokal sampai proses recording dan lain-lain 3 bulan,” jelas Indra.

“Syukurnya enggak ada hambatan karena lagu sesuai dengan karakter suara Felisha yang pop ballad,” tambah Michael.

Sementara untuk pembuatan videoklip, diakui Indra, cukup melelahkan karena harus berpindah-pindah lokasi syuting termasuk talent yang sesuai dengan lagu. “Untuk promo Aku Kan Slalu Ada sudah berjalan melalui sosial media, keluarga, sekolah dan segera menyusul stasiun radio,” terangnya lagi.

Mengenai tantangan menciptakan lagu anak remaja, Indra mengakui hal tersebut. Pasalnya walau menceritakan yang related dalam kehidupan namun dalam menuangkan dalam lirik dibutuhkan kehati-hatian. “Ya enggak boleh terlalu anak-anak apalagi dewasa. Segmen remaja Memang susah namun dengan diarahkan akan mudah,” katanya.

Kiprah Felisha terjun ke dunia tarik suara juga didukung kedua orangtuanya, Stefanus dan Indah. Pun dengan cara mengatur waktu agar belajar dan dapat berjalan beriringan.

“Bakat dia sudah terlihat sejak 2018, dimana saat itu saya sedang bergitar lalu dihampiri Felisha untuk mengiringinya bernyanyi. Kebetulan kami sudah tahu jadual sekolah sehingga tidak mengganggu jadual latihan. Jadi dia nyanyi dari hobi,” urai Stefanus.

Sedangkan Indah mengakui, sebagai orangtua akan selalu mensupport Felisha jika berkegiatan positif. Namun apakah nanti akan berlanjut ke jenjang professional, dikembalikan kepada Felisha. [foto/teks : denim]