FEM Indonesia – Berkegiatan keseharian yang padat membuat lupa keadaan tubuh. Bahkan tak sedikit untuk kembali menaikkan kondisi tubuh agar segar meminum minum berkafein atau minuman berenergi dipilih. Padahal tubuh telah memberikan sinyal untuk istirahat.

Namun smartwatch Garmin menjawab hal ini melalui fitur Body Battery yang dapat melacak tingkat energi dalam tubuh.

Fitur yang mengkombinasikan variabilitas detak jantung, stres dan aktivitas untuk memperkirakan cadangan energi yang pengguna miliki sepanjang hari ini, seperti dalam rilis Garmin, akan merekam dan menampilkan angka dari 1-100 yang mewakili tingkat energi dari pengguna.

Diteruskan, kian tinggi angka, semakin banyak energi yang dimiliki pengguna untuk menyelesaikan beragam tugas dan aktivitas sepanjang hari. Sementara jika angkanya lebih rendah mungkin menunjukkan sudah waktunya untuk menghemat energi.

Namun jika melakukan aktivitas berat, stres dan olahraga yang intensif akan menguras Body Battery lebih cepat, tetapi ini tidak selalu berarti buruk.

Apa pun yang mempengaruhi variabilitas detak jantung dapat mempercepat pengurasan Body BatteryTM pengguna, mencakup tekanan fisik, emosional, dan penyakit. Jika smartwatch mendeteksi peningkatan detak jantung dan stres, ini akan menyebabkan Body Battery terkuras.

Karena itu untuk mengisi ulang Body Battery, pengguna diharuskan mendapatkan tidur malam yang baik dan berkualitas saat menggunakan smartwatch Garmin. [foto : dokumentasi/teks : denim]