FEM Indonesia, Jakarta – Sejumlah lagu lawas milik duo T2 kembali viral baru-baru ini di berbagai platform media sosial, terutama TikTok dan Instagram Reels. Lagu berjudul seperti “OK”, “Lelaki Cadangan”, hingga beberapa karya lainnya kini ramai digunakan sebagai latar berbagai konten kreator muda.
Kembalinya popularitas lagu-lagu T2 menjadi bukti bahwa karya musik era 2000-an masih memiliki daya tarik kuat di tengah dominasi musik kekinian. Menariknya, banyak pengguna media sosial dari kalangan Generasi Z yang ternyata hafal lirik lagu-lagu tersebut, namun tidak mengetahui sosok penyanyi aslinya.
Fenomena ini diakui langsung oleh personel T2, Tika Ramlan dan Tiwi. Keduanya mengaku senang sekaligus terkejut melihat karya mereka kembali diminati oleh generasi yang berbeda.
“Maraknya konten kreator yang meng-cover, me-remix, hingga menggunakan lagu-lagu T2 sebagai backsound menjadi salah satu faktor utama yang membuat karya T2 kembali populer. Lagu “OK”, misalnya, beberapa kali masuk dalam tren TikTok karena memiliki lirik yang mudah diingat dan cocok digunakan dalam berbagai jenis konten hiburan,” ujar Tika Tiwi usai mengisi acara rilis lagu baru milik Mayang Lucyana Fitri, baru-baru ini di Saka Social House, Jakarta.
Duo yang lahir dari ajang Akademi Fantasi Indosiar (AFI) tersebut memang pernah menjadi salah satu ikon musik pop Indonesia pada pertengahan 2000-an. Album perdana mereka, “OK”, sukses besar dan melahirkan sejumlah lagu hit yang hingga kini masih dikenang para penikmat musik Tanah Air.
Di tengah bangkitnya popularitas lagu-lagu lama mereka, T2 juga dikabarkan tengah menyiapkan karya baru. Tika Ramlan mengungkapkan bahwa proses kreatif dan persiapan rekaman untuk lagu terbaru telah berjalan sepanjang 2026.
Kembalinya T2 ke perbincangan publik menunjukkan bahwa musik berkualitas mampu melampaui batas waktu. “Di era digital, lagu yang dirilis hampir dua dekade lalu pun masih dapat kembali menjadi tren dan menemukan audiens baru melalui media sosial,” tandas Tika Tiwi.
Fenomena ini katanya, sekaligus membuktikan bahwa platform digital tidak hanya melahirkan tren baru, tetapi juga mampu menghidupkan kembali karya-karya lama agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.


Tinggalkan Balasan