FEM Indonesia – Sosok anak muda dalam cerita Malin Kundang selama ini dikenal sebagai anak durhaka yang dikutuk menjadi batu karena melupakan ibunya setelah merantau. Namun, kisah itu ternyata hanya satu sisi dari legenda yang lebih rumit.

Film Legenda Kelam Malin Kundang menghadirkan interpretasi baru yang berani dan siap mengguncang perspektif penonton tentang cerita yang sudah diwariskan turun-temurun.

Disutradarai oleh Kevin Rahardjo dan Rafki Hidayat, serta diproduseri Joko Anwar, film ini menyajikan misteri yang menelusuri peristiwa traumatis lintas generasi. Dikemas dalam genre thriller-misteri, cerita membawa penonton mengikuti perjalanan menegangkan hingga detik terakhir.

Tokoh utama, Alif (diperankan Rio Dewanto), seorang seniman micro painting yang tengah pulih dari kecelakaan, tiba-tiba didatangi seorang perempuan yang mengaku sebagai ibunya. Alif tidak mengingat wajah sang ibu yang ditinggalkannya saat merantau 18 tahun lalu. Pertemuan itu menyeretnya ke dalam rangkaian rahasia kelam yang mengungkap masa lalu yang selama ini terkubur.

Film ini mengajukan sejumlah pertanyaan besar: Siapa sebenarnya Alif dan keluarganya? Apa yang terjadi pada masa lalunya? Mengapa ia bisa melupakan ibunya?

Menurut Rafki Hidayat, “Alif menelusuri rahasia kelam nan mencekam tentang masa lalunya. Membawa penonton pada misteri yang belum pernah dibayangkan, kisah traumatik yang membuka mata tentang kebenaran yang tak hanya punya dua dimensi.”

Joko Anwar menambahkan bahwa film ini juga menggali isu warisan trauma antargenerasi. “Sekaligus menjadi refleksi atas apa yang terjadi di lingkungan keluarga sebagai cerminan situasi bangsa,” lanjutnya bersama produser Tia Hasibuan.

Diproduksi Come and See Pictures, Legenda Kelam Malin Kundang akan tayang di bioskop mulai 27 November 2025, dan dibintangi deretan aktor ternama: Rio Dewanto, Faradina Mufti, Vonny Anggraini, Jordan Omar, Sulthan Hamonangan, Gambit Saifullah, Nova Eliza, hingga aktor Malaysia Tony Merle.

Bersiaplah menelusuri teka-teki gelap dalam film Legenda Kelam Malin Kundang, sekaligus menafsirkan kembali kisah rakyat Sumatera Barat dalam balutan drama misteri yang mencekam.