FEM Indonesia – Dunia perfilman tanah air kembali kedatangan karya terbaru dari sutradara Irham Acho Bahtiar. Setelah menghadirkan film komedi Security Ugal-ugalan dan drama keluarga Horas Amang, kini ia mencoba genre berbeda lewat film horor psikologis berjudul Lintrik: Ilmu Pemikat.

Film yang diproduksi oleh Prama Gatra Films dan Rumah Semut Films ini mengangkat kisah tentang praktik lintrik, ilmu pengasihan dan pelet khas Jawa yang hanya bisa dijalankan oleh perempuan berilmu tinggi. “Lintrik adalah pengasihan dan pelet versi Jawa yang hanya bisa dilakukan wanita yang mumpuni dan berilmu tinggi,” jelas produser Asye Siregar, yang diamini Hasan Chow selaku pimpinan produksi.

Lokasi Syuting dan Kearifan Lokal

Proses syuting film berlangsung di Banyuwangi dan Jakarta. Beberapa lokasi ikonik Banyuwangi seperti Hutan De Djawatan, Patung Terakota, pasar tradisional, pantai, hingga pusat kota menjadi latar cerita. Syuting juga digelar bertepatan dengan Festival Banyuwangi, melibatkan Maestro Tari Gandrung Mak Temu Misti serta Mas Yon DD yang tampil dengan bahasa Osing khas Banyuwangi.

“Cuaca pas syuting hujan terus, sekitar 20-an hari baru kelar juga,” ungkap Acho Bahtiar. Meski penuh tantangan, hasilnya menghadirkan atmosfer kelam yang semakin menguatkan nuansa cerita.

Dibintangi Aktor Senior dan Pendatang Baru

Film Lintrik mendapatkan rating 17+ dari LSF karena menampilkan adegan-adegan dewasa dengan balutan mistik. Dua aktor senior ikut terlibat, yaitu Yatti Surahman yang berperan sebagai seorang dukun wanita dengan akhir tragis, serta Donny Damara yang muncul dalam tiga adegan penting sebelum tewas mengenaskan di tangan seorang perempuan.

Selain itu, film ini juga menghadirkan bintang muda seperti Akbar Nasdar, Fannita Posumah, Teguh Ryder, Meisya Amina, Karina Icha, serta sejumlah artis lokal Banyuwangi.

Horor Psikologis Tanpa Penampakan Hantu

Berbeda dengan film horor pada umumnya, Lintrik menawarkan pengalaman menegangkan tanpa menampilkan hantu secara langsung. “Ini genre horor berbeda. Enggak ada penampakan hantu, tapi ada warna baru yang mengandalkan kekuatan cerita. Di ending film baru kelihatan siapa biang keroknya,” jelas Acho Bahtiar.

Sutradara juga menegaskan pentingnya menonton film hingga akhir. “Jangan nonton setengah jalan, bisa putus semua informasi filmnya. Harus lihat sampai tamat,” tambahnya.

Poster Artistik dan Daya Tarik Tambahan

Selain jalan cerita yang menegangkan, film ini juga menonjol lewat desain poster artistik. Beberapa pemeran ditampilkan seolah berada dalam kartu cheki, yang menurut tim produksi, menjadi simbol permainan nasib dan misteri.

“Orang nonton film harus lihat posternya dulu. Yang hobi judi yuk bareng lihat Lintrik,” ungkap Karina Icha yang memerankan salah satu tokoh kunci dalam konspirasi besar film tersebut.

Film horor psikologis Lintrik: Ilmu Pemikat dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 11 September 2025. Dengan kekuatan cerita, latar budaya lokal Banyuwangi, serta perpaduan aktor senior dan pendatang baru, film ini diprediksi akan menjadi tontonan horor berbeda bagi pecinta film Indonesia.