Femindonesia.com, JAKARTA – Penyanyi muda Maysha Jhuan kembali menyapa penikmat musik Indonesia melalui single terbaru “Kamu Doang” yang resmi dirilis di bawah label MyMusic Records pada 31 Juli 2026.

Lagu ini menjadi langkah penting dalam perjalanan karier Maysha karena untuk pertama kalinya ia menulis lagunya sendiri dari awal.

Dalam proses kreatifnya, Maysha berkolaborasi dengan Roommate Project yang digawangi Raymond Aditya dan Aldi Fachrobby. Bersama-sama mereka menghadirkan lagu yang mengisahkan seseorang yang berusaha menyangkal perasaan cintanya setelah mengalami luka dan trauma di masa lalu.

Meski mengangkat tema emosional tentang patah hati, trauma, dan penyangkalan cinta, “Kamu Doang” justru dikemas dalam balutan musik Japanese city pop yang groovy, upbeat, dan mudah dinikmati. Perpaduan tersebut menghadirkan kontras menarik antara nuansa musik yang ceria dengan lirik yang sarat pergulatan batin.

Maysha menjelaskan, lagu ini bercerita tentang seorang perempuan yang telah kehilangan kepercayaan terhadap cinta. Saat bertemu seseorang yang berbeda, ia tetap memilih memendam perasaannya karena takut kembali terluka.

“Cewek ini masih denial. Dia overwhelmed sama semua keadaan yang ada, bingung apakah perasaan ini benar atau tidak, karena dia sudah bertekad tidak mau jatuh cinta lagi. Tapi orang ini terus-menerus bikin dia makin yakin kalau dia memang berbeda,” ujar Maysha.

Penyanyi yang mengaku memiliki karakter khas Taurus itu mengatakan kisah dalam lagu tersebut juga sangat dekat dengan pengalaman pribadinya. Rasa gengsi dan keras kepala menjadi inspirasi utama saat menyusun lirik.

“Semua situasinya sebenarnya sudah mendukung aku buat jatuh cinta. Tapi cuma gara-gara gengsi yang sudah setinggi langit, aku jadi takut dan enggak mau mengakuinya,” katanya.

Menurut Maysha, proses penulisan lagu berlangsung sekitar tiga jam. Tantangan terbesar bukan merangkai kata-kata, melainkan menentukan pengalaman emosional yang paling tepat untuk diterjemahkan menjadi sebuah cerita.

Salah satu bagian penting dalam proses kreatif adalah pencarian frasa pembuka reff. Setelah berdiskusi bersama Roommate Project, mereka akhirnya memilih kata “diam-diam” sebagai inti cerita karena dianggap paling mewakili sosok yang enggan mengakui perasaannya secara terbuka.

Dari sisi musikalitas, Maysha mengaku sengaja memilih warna Japanese city pop karena genre tersebut belakangan menjadi musik yang paling sering ia dengarkan. Single ini juga menandai kembalinya dirinya membawakan lagu bertempo ceria setelah beberapa karya sebelumnya didominasi nuansa yang lebih sendu.

Pengalaman baru juga dirasakan Maysha saat menjalani proses rekaman vokal di bawah arahan Mohammed Kamga. Ia mengungkapkan, Kamga lebih menekankan kejujuran dalam menyampaikan emosi dibanding mengejar kesempurnaan teknik bernyanyi.

“Yang paling aku ingat, Kak Kamga bilang aku enggak perlu nyanyi bagus, aku cuma perlu nyanyi jujur. Itu yang akhirnya jadi pegangan selama proses rekaman,” ungkapnya.

Kisah dalam “Kamu Doang” turut divisualisasikan melalui video musik garapan Gaby dan David dari rumah produksi YOUKNOWWHOFILM. Video tersebut menampilkan perjalanan emosional seorang perempuan yang perlahan membuka hati setelah diyakinkan oleh sosok yang hadir dalam hidupnya.

Melalui single ini, Maysha berharap para pendengar yang pernah mengalami trauma atau gengsi dalam urusan asmara dapat merasa terwakili. Ia juga berharap “Kamu Doang” mendapat sambutan positif dan bisa dibawakan di berbagai panggung, termasuk kesempatan tampil di luar Indonesia.