Femindonesia.com, JAKARTA – Musisi legendaris Obbie Messakh turut menyuarakan kepedulian bagi korban bencana di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui aksi kemanusiaan bertajuk “Nada Damai dari Timur Nusantara” yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta, Minggu (30/8/2026).
Kehadiran Obbie menjadi salah satu momen yang menarik perhatian warga. Dengan gitar di tangan dan mengenakan pakaian merah khasnya, pencipta lagu tersebut membawakan sejumlah lagu hits yang telah melekat di hati masyarakat Indonesia.
Tiga lagu yang dibawakan Obbie, yakni “Kisah Kasih di Sekolah”, “Antara Cinta dan Dusta”, serta “Kau dan Aku Satu”, mengundang warga untuk bernyanyi bersama. Suasana nostalgia berpadu dengan pesan solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat Flores yang tengah menghadapi dampak bencana.
“Secara pribadi saya sangat bersyukur bisa ikut dalam kegiatan ini. Dukungan dari semua pihak sangat luar biasa,” kata Obbie Messakh usai acara CFD.
Menurut Obbie, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan kepedulian melalui musik, tetapi juga membuka peluang lahirnya kegiatan serupa dengan skala yang lebih besar.
“Yang saya syukuri bukan hanya kami bisa melakukan kegiatan ini, tetapi ini juga menjadi momen yang baik. Dengan semangat keterbukaan, ke depan kita bisa membuat kegiatan yang lebih besar lagi. Mari kita bersama-sama kawan-kawan,” ujarnya.
Aksi “Nada Damai dari Timur Nusantara” mengusung semangat “Merawat Kebhinekaan, Kuatkan Persaudaraan”. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi musisi dan relawan untuk mengajak masyarakat mengirimkan doa sekaligus menunjukkan kepedulian kepada korban bencana di Flores, NTT.
Dari Jakarta, pesan solidaritas disampaikan melalui musik sebagai pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas wilayah.
Penampilan Obbie Messakh sekaligus memperlihatkan bagaimana musik dapat menjadi medium untuk mempertemukan nostalgia, hiburan, dan gerakan sosial.
Lagu-lagu yang dinyanyikan bukan hanya menghibur warga yang hadir, tetapi juga membawa pesan persaudaraan bagi masyarakat di Timur Nusantara.


Tinggalkan Balasan