FEM Indonesia – Musisi sekaligus hits maker Badai menyebut alasan mencalonkan diri sebagai calon legeslatif (caleg) adalah salah satunya ingin memperjuangkan hak-hak musisi secara utuh. 

Niatan tersebut bakal terwujud jika dirinya duduk sebagai anggota dewan terhormat, katanya. Diakui musisi bernama Doadibadai Hollo S.T. itu, sejak lama banyak partai yang meminangnya untuk menjadi kader. Namun ia selalu menolaknya karena alasan tidak mendapat restu dari sang ibu.

Namun Ketika Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melamarnya. Badai mengajukan persyaratan apakah partai tersebut akan mendukung program-programnya dalam memperjuangan hak-hak musisi atau tidak. Ketika iya, Badai masuk PSI dan menjadi caleg untuk dapil kota Bekasi dan kota Depok.

“Ketika partai PSI menyanggupi akan mendukung program-program saya dalam hal hak musisi dan seniman Indonesia, saya pun bergabung dengan PSI dan mendapat kesempatan menjadi caleg PSI untuk Jabar Bekasi dan Depok. Meski awalnya ibu saya tidak merestui saya terjun ke politik,” kata Badai saat Podcast Radio NAGASWARA, Selasa (1/2/2024).

Badai pun mengajak sesama musisi untuk mulai memperjuangkan nasib mereka dengan ikut membuat kebijakan tentang royalti di kursi parlemen.

“Harus banyak musisi yang berani duduk di pemangku kebijakan. Bukan untuk mencari keuntungan sendiri ya, tapi memperjuangkan suara para seniman dan pencipta lagu,” ucap sarjana tehnik lulusan Universitas Trisakti ini.

Diakui Badai, jika dirinya tidak terpilih pun ia akan tetap memperjuangakan hak para musisi dan seniman. Baginya masih banyak cara yang bisa dilakukannya demi mengedepankan hak para musisi tanah air.

“Kalau saya ada kesempatan berjuang, tidak harus dari parlemen. Saya juga punya komunitas, saya juga mendidik para pencipta lagu muda. Saya bersihkan pikiran mereka dari hal-hal yang salah,” terangnya.

“Kita tunggu saja lah nanti setelah Pemilu. Jika saya menang baru saya bisa menjelaskan. Sekarang saya belum bisa jawab,” pungkas kelahiran Jakarta, 14 Januari 1978.