Femindonesia.com, JAKARTA – Penyanyi sekaligus komposer Indra Adhari kembali meramaikan industri musik Tanah Air dengan merilis versi remake lagu “Dirantai Digelang Rindu”, karya yang dipopulerkan oleh Exists, band legendaris asal Malaysia. Peluncuran single ini menjadi karya ke-10 dalam program One Month One Song yang dijalaninya sejak Januari 2026.
Tak berhenti pada perilisan lagu, Indra juga menyiapkan rangkaian roadshow dari kafe ke kafe bertajuk Musik and News sebagai upaya memperluas jangkauan pendengar sekaligus memperkenalkan karya-karyanya kepada publik.
“Ini merupakan single ke-10 dari konsep One Month One Song yang diinisiasi Bois Famous Maker. Pascameluncurkan single terbaru ini, saya akan menjalani roadshow dari kafe ke kafe yang diberi titel Musik and News,” ujar Indra saat berbincang dalam program KOPI (Komentar Orang Pilihan Indonesia) bersama Bois Famous Maker.
Menurut Indra, program One Month One Song dan roadshow Musik and News merupakan bagian dari strategi berkelanjutan untuk menjaga produktivitas serta mengembangkan kariernya di industri musik.
Sepuluh lagu yang telah dirilis melalui program tersebut adalah “Tak Peduli Orang Berkata Apa”, “Biarlah”, “Lebaran Telah Tiba”, “Seperti Kacang Lupa Kulit”, “Cinta Sejati”, “Ibuku Pahlawanku”, “Rindu Seorang Ayah”, “Lima Tahun”, “Surga Cinta”, dan “Dirantai Digelang Rindu”. Seluruh karya tersebut telah tersedia di berbagai platform musik digital.
Hidupkan Kembali Hits Slow Rock Malaysia
Lagu “Dirantai Digelang Rindu” merupakan karya ciptaan komposer Eddie Hamid dengan lirik yang ditulis Man Toba dan Rosman. Lagu bergenre slow rock Malaysia ini dipopulerkan oleh Exists pada 1998 dan dikenal melalui nuansa melankolis yang menggambarkan kerinduan mendalam, penantian yang menyiksa, serta pengorbanan dan kesetiaan dalam cinta.
Versi remake yang dibawakan Indra Adhari menghadirkan kesempatan bagi pendengar untuk kembali menikmati lagu legendaris tersebut melalui interpretasi penyanyi generasi baru.
Video musik single ini telah dirilis pada 16 Oktober 2026 dan dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Indra Adhari.
“Saya bangga akhirnya bisa me-remake lagu slow rock Malaysia yang pernah hits dan populer dari negeri jiran. Saya berterima kasih kepada Bang Bois Famous Maker yang sudah memperkenalkan saya kepada Pak Wiliam dari Dua Suara Media,” ungkap Indra.
Pria kelahiran Tangerang, 29 Maret 1999, tersebut merupakan alumni SMK Negeri 5 Kota Tangerang. Ia mulai meniti karier bermusik pada 2018 dengan tampil dari satu kafe ke kafe lainnya.
Perjalanan itu membawanya tampil di berbagai tempat, mulai dari warung kopi, kafe, hingga tempat hiburan malam. Pengalaman panggung tersebut menjadi bagian penting dari prosesnya membangun identitas sebagai musisi.
Indra juga pernah mendaftarkan 45 karya ciptaannya di platform musik dan sempat dikontrak oleh label ternama. Namun, ia kemudian memilih melanjutkan perjalanan karier melalui jalur independen.
“Sebagai musisi independen, aku bebas berkarya dan mengekspresikan musik yang aku mainkan. Aku ingin menduniakan karya laguku lewat platform musik. Musisi itu napasnya di karya lagu dan job manggung,” tuturnya.
Di luar aktivitas bermusik, Indra telah menjalankan usaha mandiri di bidang workshop periklanan berbasis UMKM selama sekitar tiga tahun.
Dorong Promosi Musik Lewat Berbagai Media
Indra menilai musisi masa kini tidak cukup hanya mengandalkan pendapatan digital dan promosi melalui media sosial. Menurutnya, media massa, termasuk radio dan media online, tetap memiliki peran penting dalam membangun eksposur serta memperluas peluang tampil.
Ia berpandangan, pemberitaan media online dan wawancara langsung di stasiun radio dapat menjadi salah satu pertimbangan penyelenggara acara atau pengelola kafe dalam melihat rekam jejak dan aktivitas seorang musisi. Materi publikasi tersebut juga dapat disebarluaskan kembali melalui media sosial.
Pandangan senada disampaikan Bois Famous Maker, konsultan musik sekaligus pelaku industri musik. Ia menilai perjalanan karier Indra dapat menjadi inspirasi bagi musisi pendatang baru yang ingin berkembang melalui konsistensi berkarya dan strategi promosi yang terarah.
Menurut Bois, keberhasilan merilis ulang secara resmi lagu yang pernah populer dan dibawakan band legendaris merupakan pencapaian yang patut diapresiasi.
Ia juga menekankan pentingnya promosi lintas media agar karya musisi dapat menjangkau audiens yang lebih luas, mulai dari radio, media online, hingga televisi, kemudian diperkuat melalui distribusi konten di media sosial.
“Promo itu harus dijalani di berbagai media, ada media radio, media online, dan media TV. Dari ketiga media tersebut kemudian disebarluaskan melalui media sosial,” tandas Bois.
Melalui remake “Dirantai Digelang Rindu” dan rencana roadshow Musik and News, Indra Adhari berupaya menjaga konsistensi berkarya sekaligus memperkuat eksistensinya sebagai musisi independen. Perpaduan perilisan lagu secara rutin, penampilan langsung, dan promosi lintas media diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi karya-karyanya untuk menjangkau penikmat musik di Indonesia.


Tinggalkan Balasan