FEM Malang – Aktor dan praktisi perfilman nasional Rizal Djibran S.Sos., M.M., PD., CFA resmi meraih gelar Doktor (S3) bidang Ilmu Ekonomi konsentrasi Manajemen – Sumber Daya Manusia dengan predikat Cumlaude dari Program Pascasarjana Universitas Merdeka Malang, Sabtu (17/1/2026).
Sidang terbuka promosi doktor tersebut digelar di ruang PPI, Gedung Rektorat Lantai 3 Universitas Merdeka Malang, dimana sidang langsung oleh Rektor Universitas Merdeka Malang. Dr Prihat Assih., S.E., M.Si., Ak., CSRS, dan dihadiri Walikota Malang Dr.Ir. Wahyu Hidayat serta aktris Paramitha Rusady.
Keberhasilan ini menegaskan bahwa Rizal tidak hanya dikenal melalui dunia seni peran, tetapi juga memiliki dedikasi kuat dalam pengembangan keilmuan dan akademik.

Disertasi Rizal yang berjudul “Kompetensi, Pendidikan, Implementasi Regulasi, Hubungan Industrial Mempengaruhi dalam Mewujudkan Profesionalisme Berkelanjutan bagi Insan Perfilman Indonesia Melalui Organisasi Profesi” mengulas faktor-faktor utama yang memengaruhi profesionalisme berkelanjutan aktor dan pelaku film di Indonesia, khususnya melalui peran organisasi profesi.
Penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh pengalaman Rizal yang telah puluhan tahun berkecimpung di industri perfilman nasional. Ia menilai masih banyak aktor dan aktris yang belum memperoleh hak royalti secara layak meskipun karya mereka terus diputar, minimnya perlindungan asuransi bagi pekerjaan berisiko tinggi, hingga lemahnya payung hukum yang melindungi pekerja film. Kondisi ini, menurut Rizal, mencerminkan ekosistem perfilman Indonesia yang belum sepenuhnya sehat dan perlu pembenahan serius.
Penelitian yang melibatkan 171 responden aktor di wilayah DKI Jakarta tersebut menemukan bahwa kompetensi dan pendidikan merupakan faktor dominan yang secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap profesionalisme berkelanjutan. Namun, pengaruh tersebut tidak signifikan apabila dimediasi oleh peran organisasi profesi.

Selain itu, implementasi regulasi dan hubungan industrial terbukti memiliki pengaruh terhadap peran organisasi profesi, meskipun tidak berdampak langsung secara signifikan terhadap profesionalisme berkelanjutan para pelaku perfilman.
Temuan penting lainnya menunjukkan bahwa peran organisasi profesi belum berpengaruh signifikan terhadap profesionalisme berkelanjutan, yang mengindikasikan belum optimalnya fungsi organisasi profesi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia aktor film di Indonesia. Oleh karena itu, Rizal merekomendasikan agar organisasi profesi menyusun kebijakan operasional yang terukur untuk meningkatkan kompetensi dan pendidikan anggotanya demi mewujudkan profesionalisme yang berkelanjutan.
Hasil penelitian tersebut juga telah dituangkan dalam sebuah buku monograf berjudul “Pekerja Perfilman Indonesia, Sudahkah Profesional?” yang diharapkan dapat menjadi referensi akademik sekaligus refleksi bagi industri perfilman nasional.

Sidang terbuka promosi doktor ini diuji oleh sembilan penguji internal dan eksternal, serta dihadiri sejumlah tokoh dan undangan, di antaranya aktris Paramitha Rusady dan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Sebelumnya, Rizal Djibran telah lebih dulu menjalani sidang tertutup pada 14 Agustus 2025.
Menutup sidang, Rizal menyampaikan rasa syukur atas pencapaiannya tersebut. “Ini adalah hasil dari perjalanan panjang yang tidak lepas dari doa dan dukungan banyak pihak. Ini bukanlah akhir, tetapi awal dari tonggak perjalanan,” ujar Rizal.

Dengan gelar doktor yang diraihnya, Rizal Djibran berharap hasil penelitiannya dapat membuka ruang harapan baru bagi perlindungan dan profesionalisme industri perfilman Indonesia, serta menegaskan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama pengembangan insan perfilman Tanah Air.


Tinggalkan Balasan