Connect with us

Ragam

Sampoerna Lanjutkan Program UMKM Indonesia Untuk Transformasi Digital di Tahun 2024

Published

on

FEM Indonesia, BandungPT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), melalui program pemberdayaan UMKM “Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC)” di bawah payung Program Keberlanjutan “Sampoerna Untuk Indonesia”, kembali meluncurkan program UMKM Untuk Indonesia (UUI) untuk

Transformasi Digital 2024, Kamis (22/2/2024) secara serentak di Kota Bandung, Kota Cirebon, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Bogor. 

Program yang dilaksanakan bulan Februari – September 2024 ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan teknologi digital para pelaku UMKM di Provinsi

Jawa Barat dan DKI Jakarta sehingga mereka dapat meningkatkan daya saing. Tahun lalu, program ini sudah berhasil memberi pelatihan dan membina 1.077 UMKM khususnya untuk adaptasi digital bagi pengembangan usaha.

Program ini menargetkan sekitar 1.000 pelaku UMKM di kedua provinsi tersebut. Selama mengikuti program ini, mereka akan menerima berbagai materi yang relevan, seperti pemasaran melalui platform digital hingga penerapan sistem pembayaran digital. Program ini turut mendukung pencapaian pemerintah Indonesia dengan target 30 juta pelaku UMKM untuk go digital pada tahun ini.

Dalam pelaksanaan program UUI, SETC bersama mitra tanggung jawab sosial perusahaan Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK) akan menggandeng beberapa pemangku kepentingan strategis, diantaranya adalah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Daerah Kota dan Kabupaten Cirebon, Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Turut hadir dalam peluncuran tersebut adalah Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Rachmat Taufik Garsadi mewakili Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, Pj. Bupati

Karawang Aep Syaepuloh, Staf Ahli Wali Kota Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Cirebon Agung Sedijono, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kab. Bogor Imam Wahyu Budiana, serta Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Cirebon Dadang Suhendra.

Dalam sambutannya, Rachmat Taufik Garsadi mengatakan bahwa Pemprov Jabar memberikan apresiasi kepada Sampoerna dan Yayasan INOTEK atas penyelenggaraan acara pemberdayaan UMKM di wilayahnya. Pasalnya, berdasarkan data BPS, Provinsi Jabar memiliki jumlah pelaku UMKM terbesar di

Indonesia. 

“Maka dari itu, saya berharap Bapak/Ibu pelaku UMKM dapat memanfaatkan program dari Sampoerna dan INOTEK agar usahanya kian maju dan kian makmur,” ujarnya. Lebih lanjut, Rachmat mengatakan, Pemprov Jabar berkomitmen untuk terus mendukung UMKM untuk transformasi digital.

“Melalui kolaborasi pemerintah, industri, masyarakat dan pemangku kepentingan, kami akan terus mengembangkan UMKM agar bisa naik kelas dan berkualitas serta kami dorong bersama-sama bisa go digital sehingga mampu meningkatkan daya saing untuk meningkatkan ekonomi para pelaku UMKM,” ujar Rachmat di Bandung.

Sementara itu Aep menyampaikan bahwa menciptakan platform digital untuk pemasaran oleh pengusaha lokal memberikan kemudahan berjualan bagi pelaku UMKM, khususnya yang ada di

Kabupaten Karawang. Oleh karena itu, Pemkab Karawang sangat mengapresiasi Sampoerna dan INOTEK yang hari ini mempertemukan antara platform digital buatan lokal dengan pelaku UMKM untuk sama-sama bisa berkembang dan berupaya meningkatkan perekonomian lokal.

Di tempat terpisah pada kesempatan yang sama, Kadiskop dan UKM Bogor mengatakan: “Kolaborasi menjadi kunci keberhasilan program dan hari ini kami sangat terbantu dengan adanya program UMKM Untuk Indonesia dalam upaya mempercepat transformasi digital bagi UMKM Kabupaten Bogor. Kami harapkan kolaborasi ini dapat berkelanjutan dan memberikan ruang adaptasi teknologi digital khususnya bagi UMKM”.

Mewakili Pemkot Cirebon, Agung juga menyampaikan apresiasinya atas program ini. Lebih lanjut, Agung mengatakan bahwa pihaknya memiliki program “Bangga Buatan Cirebon” sebagai ajang untuk mempromosikan produk UMKM dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku usaha di daerah tersebut. Ia mengatakan, program UMKM Untuk Indonesia dapat memperkuat program “Bangga Buatan Cirebon” melalui upaya meningkatkan kemampuan teknologi digital UMKM.

Sejak didirikan pada 2007, SETC telah memberi pelatihan kepada lebih dari 70.000 pelaku UMKM di Indonesia, baik secara daring maupun luring. Program ini merupakan salah satu dari berbagai pelatihan dan pendampingan UMKM yang telah dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan utama SETC selama 17 tahun terakhir bagi UMKM di berbagai wilayah di Indonesia.

Ishak Danuningrat, Kepala Urusan Eksternal Sampoerna, menyatakan bahwa Sampoerna berkomitmen untuk memperkuat perkembangan UMKM di Indonesia, termasuk dengan memanfaatkan teknologi digital. “Sampoerna secara konsisten mendukung kemajuan sektor UMKM sebagai salah satu motor utama ekonomi negara,” ujar Ishak.

Ketua Dewan Penasehat Yayasan INOTEK, Ilham Akbar Habibie, menyampaikan bahwa masuk ke era digital bukan lagi hal yang bisa diabaikan oleh sektor apapun. Maka, adaptasi digital sangat diperlukan bagi para pelaku usaha. “Ini bukan lagi tentang iya atau tidak, tetapi seberapa cepat, seberapa luas, dan seberapa dalam. Itulah yang akan menentukan siapa yang lebih unggul dalam bisnis”, ungkap Ilham.

Menurutnya, agar transformasi digital bisa sukses diwujudkan, maka perlu fokus pada empat hal, yaitu kualitas digitalisasi, integrasi upaya transformasi digital ke seluruh aktivitas organisasi, Upaya memperhatikan kondisi eksternal, seperti ekonomi, pasar, kompetisi, konsumen dan perkembangan teknologi, serta impelemntasi manajemen keamanan informasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Ragam

Rumah Peduli Yayasan Indonesia Hijau dan Ekles Senduk Ajak Anak Pemulung dan Tukang Sampah Belanja Baju Baru dan Lebaran

Published

on

FEM Indonesia – Jakarta, dr. Ekles Senduk, D. AAAM, M.Kes sebagai ahli bedah plastik dan pemilik Ekles Clinic ternyata memiliki jiwa sosial tinggi melalui komunitas I Am Preneur Indonesia.

Kembali bekerjasama dengan Rumah Peduli Yayasan Indonesia Hijau bidang pada pendidikan, kemanusiaan dan lingkungan khususnya bagi para pemulung, tukang sampah dan keluarganya.

Untuk kali ini difokuskan kepada anak-anak pemulung dan tukang sampah dengan mengajak mereka berbelanja baju lebaran dan kebutuhan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445.

“Kami ingin berbagi dengan saudara-saudara kami anak-anak pemulung dan tukang sampah agar mereka ceria menyambut Hari Raya Idul Fitri tahun 2024 ini,” ujar dr. Ekles Senduk disela-sela kegiatan di Rumah Peduli Yayasan Indonesia Hijau di Gang Waru, Jl. Kebagusan I, RT.06/RW.01 Kel. Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta, baru-baru ini.

Ia menjelaskan I Am Preneur Indonesia merupakan komunitas para entrepreneur yang bergerak dalam pengembangan bisnis digital dan UMKM guna mendukung pencapaian tujuan ke-5 atau ke-8 SDGs.

“Melalui I Am Preneur Indonesia, kami pernah bekerjasama dengan Kemenpora untuk kegiatan di seluruh daerah di Indonesia. Kemudian kolaborasi dengan dinas sosial, dan kali ini bekerjasama dengan Rumah Peduli Yayasan Indonesia Hijau,” jelasnya.

Ahli bedah plastik ini mengungkapkan I Am Preneur Indonesia hadir melalui platform pemberdayaan entrepreneur dari berbagai lapisan masyarakat Indonesia untuk bisa bertumbuh bersama melalui program yang akan diselenggarakan, sehingga mampu mencapai standar hidup yang layak, berkualitas dan bernilai.

“Anak-anak ini penerus kehidupan bangsa. Merekalah yang akan menggantikan kita semua kelak nanti. Kami ingin anak-anak pemulung dan tukang sampah ini bergembira di Hari Raya Idul Fitri,” ungkapnya.

Sementara itu Tina perwakilan Rumah Peduli Yayasan Indonesia Hijau mengklaim pihaknya konsisten bergerak di bidang pendidikan, kemanusiaan dan lingkungan. Menurutnya, lembaga nirlaba ini memiliki cabang di beberapa tempat di Bogor, Limo Depok, dan Jakarta di Kebagusan, Ragunan dan Jatipadang. Untuk para pengajar dari para mahasiswa sebagai relawan dari beberapa universitas seperti Universitas Nasional (Unas) dan lain sebagainya.

“Kami memiliki 243 anak binaan ada beberapa titik Bogor, Depok, dan Jakarta. Pengajarnya dari relawan para mahasiswa seperti dari Universitas Nasional, dan lain-lain,” pungkas Tina. [rudipurwoko]

Continue Reading

Ragam

Perlengkapan Sanitasi, Leebong Private Island and Resort Pilih Konsep Minimalis dan Elegan

Published

on

FEM Indonesia – Kenyamanan sudah menjadi tujuan wisatawan saat berkunjung ke suatu tempat. Apalagi jika menginap di sebuah resort, dimana wisatawan dapat menikmati semua fasilitas dengan nyaman. Salah satu penunjang hal tersebut misalnya perlengkapan sanitasi kamar mandi, seperti shower, keran air, kloset, floor drain dan aksesoris lainnya.

Leebong Private Island and Resort di Belitung melakukan semua itu. Hal ini diiyakan General Manager Leebong Private Island and Resort, Agus.

Ia mengatakan memilih perlengkapan sanitasi untuk bangunan tinggal, termasuk pada resort maupun villa yang berlokasi di pinggir laut bukan hal yang mudah. Pasalnya, kata Agus, cuaca tidak menentu dan kualitas air laut bisa menyebabkan berbagai jenis peralatan menjadi mudah berkarat dan korosi.  

“Karena lokasi kita di pinggir laut, cuaca kadang tidak menentu, kualitas airnya pun juga berbeda dengan kota, jadi mudah korosi. Produk GB termasuk salah satu pilihan kita untuk mengatasi produk-produk yang mudah korosi. Bahan dasar yang digunakan pun saya melihatnya anti karat dan korosi,” tuturnya.

Dilanjutkan, hal lain yang wajib dipertimbangkan adalah perawatan dan penggunaan jangka panjang. Apalagi perawatan perlengkapan sanitasi untuk wilayah pinggir laut tidak mudah, perlu dirawat secara rutin dan teliti.

“Alasan lainnya simple, produk yang kita pilih maintenance-nya harus mudah. GB perawatannya mudah, kita semua dijelaskan secara detail bagaimana cara merawat yang tepat dan jika terjadi kendala, service after sales-nya pun tidak perlu diragukan karena bergaransi hingga 10 tahun,” kata Agus.

Terpisah, Manager Marketing GB Sanitaryware, Sheilla menyatakan bahwa konsep yang diterapkan tempat wisata tersebut sama dengan pihaknya. Sehingga menjadi daya tarik sendiri

“Produk GB tentu jadi pilihan tepat untuk resort ini karena konsep kita sama, yaitu simple, minimalist tapi tetap elegant. Kami berharap GB bisa menambah daya tarik resort ini sehingga menjadi pilihan utama untuk liburan keluarga,” terangnya.

Untuk diketahui, Leebong Private Island and Resort merupakan tempat wisata bahari di Belitung yang memiliki fasilitas mumpuni untuk ragam olahraga semisal stand up paddle, renang hingga yoga. Bahkan kerap menjadi lokasi latihan atlet sport water.

Selain itu, fasilitas lain yang ciamik lainnya taman bermain anak, kedai kopi, mini bar, wisata hutan mangrove serta sajian makanan yang menggoda selera. Tidak heran pulau ini sering disebut ‘Maldives-nya Indonesia’.

Penasaran dengan tempat berlibur yang hanya sekitar satu jam penerbangan dari Jakarta ini ? Informasi lebih lanjut dapat mengunjungi https://leebongisland.com/ atau instagram @leebongisland. [foto : dokumentasi/teks : denim]

Continue Reading

Ragam

CSR GB Sanitaryware Ganti Keran Masjid, Habib Ja’far : Kita Ingin Jadi Pribadi yang Bersih

Published

on

FEM Indonesia – Kenyamanan dalam beribadah menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan GB Sanitaryware. Produsen perlengkapan kamar mandi dan dapur ini, melalui Corporate Social Responsibility (CSR)nya melakukan pergantian keran air di Masjid Nurul Huda, Jakarta Selatan, karena sebagian besar keran mengalami kebocoran.

Saat kegiatan pergantian berlangsung, hadir Habib Husein Ja’far Al Hadar atau dikenal dengan Habib Ja’far dan Pendeta Marcel Saerang. Menurut Habib Ja’far kegiatan CSR GB Sanitaryware ini merupakan langkah baik sebagai upaya selalu menjaga kebersihan diri dan kesucian.

Seorang muslim selalu dianjurkan untuk berwudhu dan menjaga wudhu-nya. Artinya, tubuh harus selalu bersih, terutama di bulan Ramadhan ini yang di dalamnya banyak sekali ibadah siang dan malam,” katanya.

Selain itu, dengan pergantian keran yang bocor menjadi sarana agar kaum muslim tidak mubazir sehingga agama Islam tidak lagi pandang dengan hal-hal yang tak baik, seperti tidak disiplin dalam penggunaan air dan tak mampu merawat sarana dan prasarana rumah ibadah.

“Harapannya, kita menjadi pribadi yang bersih agar citra islam tidak dicitrakan dengan hal-hal aneh, seperti kotor, tidak disiplin atau mubazir. Kita ingin menjadi seorang muslim yang sebenar-benarnya, seperti menjaga kebersihan dan kesucian,” jelasnya.

Sementara perwakilan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Nurul Huda, Suharyanto mengatakan apa yang dilakukan CSR GB Sanitaryware akan berdampak baik pada kegiatan dan membantu kelancaran wudhu jamaah.

“Kebetulan banget sebentar lagi menuju shalat Ied, keran-keran wudhu juga udah pada rusak, bocor, setelah diganti ini semoga bisa meningkatkan kenyamanan umat saat wudhu,” terangnya.

Sedangkan Pendeta Steve Marcel Saerang yang biasa disapa Pendeta Marcel yang melihat kegiatan CSR GB Sanitaryware menyatakan bahwa hal ini membuktikan toleransi agama di Indonesia nyata adanya seraya berharap langkah tersebut akan menyisir rumah ibadah agam lain seperti gereja, pura, vihara dan klenteng.

“Ini adalah kegiatan yang perlu diapresiasi dan terus dilanjutkan. Kita saling membantu untuk menciptakan rumah ibadah yang nyaman, salah satunya dengan sanitasi yang layak,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan GM GB Sanitaryware Yapto Wijaya SH. Ia mengaku pihaknya sangat concern membantu rumah ibadah yang telah berjalan lebih dari 5 tahun ini melalui program CSR.

“Di bulan Ramadhan tahun ini kami kembali melakukan CSR di Masjid Nurul Huda Jagakarsa Jakarta Selatan dengan menggantikan keran-keran untuk mengambil air wudhu. Terkadang ada beberapa keran di masjid yang sudah usang atau rusak sehingga air menetes begitu saja. Ini sangat disayangkan,” ucapnya.

Selain Masjid Nurul Huda, GB Sanitaryware telah mengganti keran wudhu di Masjid Insan Kamil dan Masjid Al-Barkah Babelan di Bekasi, serta Masjid Al-Ikhlas Pulau Pari di Kepulauan Seribu. Pula membantu sanitasi layak ke panti asuhan, rumah orang dengan gangguan jiwa, panti jompo, hingga fasilitas umum lainnya. [foto : dokumentasi/teks : denim]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending