Connect with us

NASIONAL

“Selamat Hari Bhayangkara ke-75, 1 Juli 1946 -1 Juli 2021”

Published

on

Segenap Keluarga Redaksi FEM Indonesia Mengucapkan

“Selamat Hari Bhayangkara ke-75 1 Juli 1946 -1 Juli 2021”

Transformasi menuju Polri yang Presisi mendukung percepatan penanganan Covid-19 untuk masyarakat sehat dan pemulihan ekonomi nasional menuju Indonesia maju

Dengan semangat profesional, modern, terpercaya Polri semakin tangguh menciptakan kamtibmas kondusif, masyarakat makin produktif.

Terima kasih atas pengabdiannya yang luar biasa selama ini, sukses dan jaya selalu polisi Indonesiaku. [andiagus]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hiburan

Pengacara Baru Bharada E, Deolipa Yumara Juga Berprofesi Vokalis Band

Published

on

By

FEM Indonesia – Pengacara baru Bharada E, yang kini menjadi sorotan masyarakat adalah bernama Deolipa Yumara. Deolipa ternyata pernah menjadi kuasa hukum aktris Angel Lelga.

Deolipa diketahui menjadi pengacara Angel Lelga seputar kasus kasus penipuan bisnis kripto oleh seorang istri anggota kepolisian.

Deolipa Yumara yang juga seorang musisi, karirnya sebagai pengacara sejak 1998. Namun baru pada tahun 2000, Deolipa resmi menjadi pengacara, ketika ia memperoleh pengesahan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI Jakarta.


Deolipa Yumara juga pernah tergabung dalam DPN Pusat Peradi bagian pengurus Hak Asasi Manusia (HAM), pada saat dia masih memiliki anak tunggal. Kemudian, pada tahun 2019, Deolipa terpilih menjadi ketua umum API (Asosiasi Pengacara Indonesia) pada Musyawarah Nasional ke-2.

Hubungan antara Deolipa dan Angel Lelga tidak hanya sebagai kuasa hukum dan klien saja. Mereka dikabarkan sempat menggarap lagu bersama. Penggarapan lagu kata Angel Lelga berawal saat berbicara dengan Deolipa yang sering dibalas dengan sebuah nyanyian.

Deolipa juga memiliki grup band bernama Deolipa Project yang aktif di kanal YouTube DEOLIPA. Band nya beranggotakan Deolipa Yumara (Vokal), Irul (Lead Gitar), Eta (Gitar 2), Denovan (Drum), dan Ilham (Keyboard dan Synthesizer). Keren!

Continue Reading

NASIONAL

GHAMA D’Leader School dan PWI Depok Sedekah Pendidikan Hantarkan Siswi Nita Bisa Sekolah Lagi

Published

on

FEM Indonesia, Depok – Siswi lulusan SMP bernama Nita dari kota Depok, akhirnya bisa melanjutkan sekolah lagi setelah sempat putus sekolah karena keluarganya tak mampu lagi membiayai.

Nita masuk program sekolah gratis yang dicanangkan GHAMA D’Leader School dan melanjutkan sekolah di tingkat SMA atau SMK. Program sekolah gratis merupakan sebuah program kerjasama antara GHAMA D Leader School dan PWI Kota Depok bernama Sedekah Pendidikan.

Program merupakan dalam upaya membantu siswa siswi yatim dan miskin yang tidak bisa melanjutkan pendidikan. Siswa yang bersangkutan juga difasilitasi secara full hingga lulus sekolah, mulai dari seragam, buku, hingga perlengkapan sekolah.


“Alhamdulillah, terimakasih saya bisa bersekolah lagi dan besok saya sudah mulai bersekolah, sekali lagi saya ucapin terimakasih banyak atas bantuannya,” kata Nita berurai air mata saat pertama kali datang di SMK Nasional, di dampingi tim Sedekah Pendidikan, Senin (8/8/2022).

Nita mengaku sangat bahagia bisa sekolah lagi, namun ia hanya bisa mendoakan para pihak yang sudah membantunya untuk melanjutkan pendidikan SMA. “Saya cuma bisa ber-doa, semoga bapak dan semua tim yang telah membantu saya di berikan kesehatan, panjang umur dan rezeki yang berlimpah,” harap Nita.

Sementara Direktur Ghama D Leader School, H. Acep Azhari mengutarakan bahwa program dibuka bagi anak yatim piatu dan anak dari keluarga tidak mampu untuk bersekolah, demi mengejar cita-citanya. “Pendidikan adalah salah satu dari indeks pembangunan manusia (IPM), selain faktor kesehatan dan data beli masyarakat atau ekonomi,” kata H. Acep Azhari saat hadir mendampingi Nita.

Selama berkecimpung di dunia pendidikan sekitar 30 tahun, Acep mengungkapkan pihaknya telah membuka kesempatan sekolah bagi anak yatim, baik SD, SMP, SMA, dan SMK. Ia juga menambahkan bahwa mekanisme yang dilakukan adalah dengan melibatkan seluruh masyarakat untuk membantu siswa miskin agar tetap bisa sekolah.

Sekolah bukan hanya dibiayai SPP saja, tapi juga di fasilitasi seragam, alat tulis, buku, dan lainnya. Itu yang belum bisa kita menyelesaikan semua. Kita juga ajak masyarakat yang mau menjadi orangtua asuh, yang ingin membantu. Konsepnya sedekah Pendidikan, seperti baitul mal. Uangnya dikumpulkan dan dikelola secara transparan,” jelas Acep.

Acep bersama timnya juga ingin seluruh anak miskin dan tidak mampu di Kota Depok bisa sekolah dan melanjutkan jenjang lebih tinggi. Termasuk dengan mengajak sekolah swasta lain untuk bisa menampung siswa yatim dan miskin.

“Jika kita perbanyak terus gerakan ini, niscaya kota Depok akan bebas dari anak miskin atau duafa yang tidak bisa sekolah karena terkendala biaya,” pungkas Acep. 

Continue Reading

NASIONAL

Bentuk Tim Survei, PWI Depok “Sedekah Pendidikan” Temukan Siswi Putus Sekolah Terkendala Biaya

Published

on

FEM Indonesia, Kota Depok – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok Sedekah Pendidikan, baru-baru ini membentuk tim survei independen dan langsung melakukan survei ke siswi putus sekolah di Kota Depok.

Tim survei kali ini menyasar ke kediaman Anita Aditya, siswi lulusan SMP yang terancam tidak dapat melanjutkan pendidikan terkendala biaya yang bermukim di di RT 02/01 Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat.

“Siswa yatim dan tidak mampu yang memenuhi persyaratan akan dibantu untuk disekolahkan secara gratis. Bahkan, siswa yang bersangkutan akan difasilitasi dari seragam, buku, hingga perlengkapan sekolah,” kata Adi Rakasiwi selaku ketua TIm PWI Depok Sedekah Pendidikan, Kamis (4/8/2022).

Adi Rakasiwi menjelaskan kedatangannya dimaksudkan untuk melihat secara langsung kondisi calon siswa yang akan dimasukkan dalam program Sedekah Pendidikan. Program pendidikan ini adalah kerjasama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok dengan GHAMA D’Leader School dalam upaya membantu siswa yatim dan miskin yang tidak bisa melanjutkan pendidikan.

“Jadi, kedatangan tim ini dimaksudkan untuk verifikasi, mengecek kondisi keluarga secara langsung apakah benar yang bersangkutan masuk kriteria untuk dibantu program PWI Depok Sedekah Pendidikan atau tidak,” terang Adi.

Dari hasil survei dan keterangan dari Ananda Lidya Wati selaku kakak Anita, didapati sejumlah data, hingga saat ini Anita belum bersekolah di mana pun, dan masih tinggal bersama orangtuanya di rumah milik nenek dari ayahnya.

Ayah Anita bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga biasa. Dengan tiga adik yang masih kecil, membuat orang tua Anita tidak sanggup menyekolahkannya.

“Ibu dari Anita saat ini kondisinya juga sedang sakit serviks. Selain itu, listrik di rumah tersebut telah beberapa bulan diputus PLN karena menunggak pembayaran. Kondisi di dalam rumah gelap karena tidak ada penerangan. Untuk keperluan air sehari-hari, menggunakan sumur timba,” paparnya.

Ia menambahkan, satu hal yang tim survei tekankan adalah apakah Anita benar-benar ingin melanjutkan sekolah. “Jadi, tim ingin memastikan apakah Anita ingin sekolah. Kalau tidak ingin kan, sayang. Ternyata yang bersangkutan memang sangat ingin bersekolah, namun karena tidak ada biaya akhirnya sampai sekarang belum bersekolah. Secara kondisi rumah, penghasilan orang tua, dan kesungguhan anak untuk sekolah, tim melihat memang Anita sangat membutuhkan bantuan dan berharap bisa melanjutkan sekolah,” jelas Adi.

Sementara, Ananda Lidya Wati selaku kakak Anita mengutarakan bahwa adiknya memang sangat ingin bersekolah. Bahkan sudah berupaya mencari informasi mengenai sekolah gratis yang bisa menampung adiknya untuk melanjutkan pendidikan.

“Kami mencari-cari informasi mengenai sekolah gratis di Kota Depok melalui internet dan ada informasi sekolah gratis di GDS (GHAMA D’Leader School). Kami juga sudah mendatangi sekolah untuk mencari informasi. Akhirnya didapati nomor hape Ketua Tim PWI Depok Sedekah Pendidikan. Alhamdulillah akhirnya bisa didatangi rumah kami. Mudah-mudahan adik saya bisa lolos program ini dan bisa kembali melanjutkan sekolah demi masa depan,” pungkasnya

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending