FEM Indonesia, Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Nasional SOKSI, Ferry Juan mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas mafia ekonomi dan megakorupsi. Pernyataan ini merespons penetapan Riza Chalid sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus korupsi minyak Pertamina.
“Selama dua dekade rakyat menunggu keadilan terhadap sosok yang disebut sebagai gembong mafia migas. Kini, di bawah Presiden Prabowo, negara hadir melawan kejahatan yang selama ini terlindungi jejaring kekuasaan,” ujar Ferry dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (14/7).
Menurut Ferry, penetapan Riza Chalid adalah simbol bahwa era kebal hukum telah berakhir. Dia menyebut langkah ini sebagai “pesan keras dan jelas” bahwa negara tidak lagi mentoleransi perlindungan terhadap para pelaku kejahatan ekonomi.
“Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga ke mulut macan. Ini bukan penegakan hukum biasa,” katanya.
Ferry menilai kasus Riza Chalid harus menjadi awal dari revolusi nasional antikorupsi. Dia menyebut mafia tidak hanya berada di luar, tetapi juga telah menyusup ke dalam lembaga-lembaga negara.
“Ini pertarungan panjang melawan mafia migas, tambang, keuangan, hingga proyek dan audit fiktif,” jelasnya. SOKSI juga mengapresiasi keberanian Kejaksaan Agung dan dukungan Presiden melalui Perpres No. 66 Tahun 2025 yang memperkuat sinergi hukum bersama TNI.
“Tidak peduli apakah ia menteri, jenderal, anggota DPR, atau pejabat BUMN—semua harus tunduk pada hukum,” tegas Ferry.
Menjawab kekhawatiran publik soal kemungkinan “rotasi mafia”, Ferry menepis hal itu. “Jangan dulu berpikir negatif. Ini bukan soal mengganti aktor, tapi memusnahkan sistem mafia yang telah menghisap kekayaan negara,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Ferry mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengawal gerakan bersih-bersih ini secara aktif. “Kalau gerakan ini konsisten dan tanpa kompromi, kepercayaan rakyat akan bangkit dan dukungan politik nasional akan semakin solid,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan