FEM Indonesia – Setelah sukses diapresiasi petinggi TNI dan Polri di Gorontalo, kesuksesan film berjudul “Uti Deng Keke” kembali mendapat dukungan dari tokoh dan pengusaha.

Kali ini, kata sang produser film Uti Deng Keke, Billy Noval Hasan, filmnya mendapat dukungan untuk diputar kembali di bioskop dari tokoh Nasional, Rahmat Gobel.

Mantan Menteri Perdagangan Republik Indonesia (2014–2015) itu kata Billy akan menggelar nonton bareng film garapanya selama tiga hari berturut-turut dengan mengundang masyrakat dan sejumlah kader Nasional Demokrat di Gorontalo, Sulawesi Utara.

“Nonton bareng nanti yang akan digelar pada hari Jum’at 23 Desember 2022 mendatang, bukan hanya dari kader partai tapi juga akan mengundang seluruh masyarakat para siswa dan mahasiswa di Gorontalo,” ujar Billy, Selasa (20/12).

Produser Billy Noval Hasan dan Rahmat Gobel
Produser Billy Noval Hasan dan Rahmat Gobel

Pria yang akrab disapa Billy dan sudah banyak memproduki film dan ftv ini mengungkapkan, filmnya yang bercerita seputar persahabatan anak muda dari Gorontalo dan Manado itu  banyak mengandung edukasi toleransi dan yang sangat bagus dan sangat baik untuk ditonton oleh anak-anak sekolah dan para siswa.

Film yang berbiaya 5 Miliar ini, tambahnya, jika ditonton sehingga akan menimbulkan rasa nasionalisme dan cinta akan NKRI dan sikap toleransi antara umat beragama yang ada di Indonesia.

“Bapak Rahmat Gobel sangat mendukung film hasil karya putra daerah apalagi beliau adalah salah satu tokoh nasional yang berasal dari Gorontalo. Di Nobar nanti, kita juga akan mengundang tokoh masyarakat Gorontalo dan seluruh masyarakat Indonesia karena film ini ceritanya mengandung banyak hal positif di dalamnya, toleransi dan cinta NKRI,” pungkas Billy.

Seperti diketahui, film Uti Dengm Keke dibintangi oleh artis Mongol Stress, Gary Iskak, Roy Marten, Rensy Milano, Teguh Julianto serta artis lokal Gorontalo dan Manado lainnya. Selama 27 hari penayanganya di Gorontalo. Manado, Jakarta dan Tangerang, film sukses mendapat apresiasi yang tinggi dari masyarakat dan pejabat.