FEM Indonesia – Walau beberapa waktu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM sempat dilonggarkan dan resmi dihentikan pemerintah 31 Desember lalu tetapi jumlah pengunjung yang menyambangi pusat perbelanjaan Central Park belum memenuhi target.

Namun begitu, rasa optimisme tetap menyala mengingat pencabutan PPKM memberikan Central Park untuk kembali mengadakan sejumlah program seperti sediakala.

“So far sih belum karena situasi ke depan belum tahu kayak gimana. Tapi yang kami harapkan kembali pulih normal, seperti target 2019. Untuk traffic dulu deh karena kemarin-kemarin walaupun peraturan sudah dilonggarkan namun traffic masih belum normal menunjukan 100 persen, masih sekitar 80 sampai 90 persen. Belum sampai pecah rekor lagi trafficnya tertinggi diantara semua tahun,” jelas Asst. Marcomm & Relations General Manager, Silviyanti Dwi Aryati.

Hanya kepada Femindonesia.com, Yanti, sapaan sehari-hari Silviyanti Dwi Aryati, berharap pada 2023 situasi yang ada kembali seperti sebelum pandemi Covid-19. Sehingga pihaknya dapat mengadakan pelbagai program menarik.

“Ya, kami berharap jika PPKM sudah dicabut kami juga sudah dapat menggelar event-event kembali, program belanja. Juga nanti akan banyak banget mendatangkan artis local maupun internasional dan tenant-tenant yang baru. Mungkin kalau Central Park kuota keterisiaan sudah full, mungkin untuk Neo Soho, kami harapkan juga bisa punya target yang sama dengan Central Park. Sebab bagaimana pun juga Central Park dan Neo Soho tersambung,” katanya.

Untuk itu, lanjut Yanti, pihaknya bakal menerapkan cara agar Neo Soho Mall dapat mengimbangi keterisian tenant seperti yang ada di Central Park.

“Memang harus targetkan tenant-tenant yang spesialis ya. Bukan yang sama dengan Central Park. Kalau sama, jadi head to head dan orang pilihnya Central Park,” imbuhnya. [foto/teks : denim]