Femindonesia.com, JAKARTA — Tuta Films resmi merilis official teaser trailer dan poster film horor-misteri Hasut. Film yang menjadi debut penyutradaraan Ilya Sigma tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.

Film Hasut menghadirkan Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova sebagai empat sahabat yang dipertemukan dalam sebuah perjalanan untuk melakukan sesi meditasi di tengah hutan.

Namun, upaya penyembuhan yang semula diharapkan membawa ketenangan justru berubah menjadi pengalaman mencekam. Dalam teaser trailer, suasana mulai berubah ketika suara-suara misterius terdengar dari dalam hutan.

Kecurigaan perlahan muncul di antara mereka. Batas antara kenyataan dan prasangka pun semakin kabur hingga masing-masing karakter mulai mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

Tidak hanya mengandalkan kemunculan makhluk gaib, Hasut justru membangun teror melalui suara, atmosfer, dan ketegangan psikologis.

Sementara itu, official teaser poster menampilkan Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova dalam kondisi terkulai. Hanya Karina Salim yang terlihat masih sadar.

Visual tersebut sekaligus memunculkan pertanyaan besar: apa yang terjadi kepada ketiganya dan mengapa hanya Karina yang masih terjaga?

Ilya Sigma mengatakan Hasut memiliki kedekatan personal dengan dirinya karena mengangkat persoalan luka, kepercayaan, serta keinginan untuk menyembuhkan orang yang disayangi.

“Film Hasut terasa personal bagi saya karena berbicara tentang luka, rasa percaya, dan keinginan untuk menyembuhkan orang yang kita sayangi,” ujar Ilya Sigma.

Menurutnya, film tersebut juga mempertanyakan batas antara perhatian dan kontrol. Selain itu, cerita Hasut mengeksplorasi alasan seseorang mudah mempercayai sebuah suara ketika suara tersebut mengatakan sesuatu yang memang ingin dipercayai.

“Hampir seluruh proses syuting film Hasut berada di outdoor, di tengah hutan. Kami menjelajahi beberapa hutan tanpa kendala berarti. Syutingnya berjalan lancar, dan semua sehat, karena alam ikut menjaga kami,” katanya.

Karina Salim turut menyoroti pendekatan horor yang digunakan dalam film tersebut. Menurutnya, Hasut menghadirkan ketakutan tanpa harus bergantung pada sosok hantu.

“Yang menarik dari Hasut adalah bagaimana film ini membangun rasa takut tanpa menghadirkan hantu. Suara dari HT saja sudah bikin seram,” kata Karina.

Ia menilai konsep cerita mengenai healing di tengah hutan juga memiliki kedekatan dengan dunia wellness yang dikenalnya.

Film Hasut diproduksi Tuta Films dengan Putrama Tuta dan Siera Tamihardja sebagai produser. Film ini akan menjadi debut Ilya Sigma sebagai penulis sekaligus sutradara.

Dengan perpaduan horor, misteri, dan ketegangan psikologis, Hasut menawarkan pengalaman berbeda dengan menjadikan suara, prasangka, serta ketidakpastian sebagai sumber teror utama.