FEM Indonesia, Bandung – Musisi legendaris Indonesia, Samsudin Hardjakusumahatau yang akrab disapa Kang Sam Bimbo, masih menunjukkan semangat berkarya di usia yang tak lagi muda.
Tepat pada usia ke-84 tahun, pendiri grup musik legendaris Bimbo itu mengaku sangat bersyukur karena masih diberi kesehatan dan kemampuan untuk terus bernyanyi.
Momen penuh kehangatan itu terlihat saat Kang Sam merayakan ulang tahunnya secara sederhana di kawasan Dago, Bandung, Rabu (6/5/2026). Didampingi sang istri tercinta, Rubaah Samsudin, perayaan berlangsung hangat dengan nuansa nostalgia.
Meski telah memasuki usia senja, wajah Kang Sam tampak sumringah dan penuh semangat. Baginya, bisa tetap bernapas, berkomunikasi, dan berkarya di usia 84 tahun adalah anugerah besar.
“Syukur alhamdulillah, di usia yang sudah masuk ke-84 tahun, saya masih bisa nyanyi,” ujar Kang Sam penuh rasa syukur.
Ia pun mengaku bahagia karena kondisi kesehatannya masih baik.
“Masih bisa nyanyi, masih bisa komunikasi, dan juga belum pikun. Memang daya ingat sedikit menurun, tapi itu alami mengikuti usia. Jadi buat saya patut disyukuri karena masih bisa menjalani hidup sampai sekarang,” ungkapnya.
Mengenang Perjalanan Musik Era 1960-an
Kang Sam juga mengenang masa-masa awal meniti karier musik bersama Bimbo pada era 1960 hingga 1970-an. Kala itu, menurutnya, dunia musik belum menjanjikan secara ekonomi seperti sekarang.
“Dulu dunia musik itu tidak jelas royaltinya, soal bayaran juga tidak pasti. Sangat berbeda dengan sekarang yang peluang bermusiknya jauh lebih terbuka,” kenangnya.
Dalam pandangannya, generasi musisi saat ini memiliki kesempatan lebih besar berkembang karena industri musik telah berubah menjadi lebih profesional.
Vakum Sejak Kepergian Acil Bimbo
Kang Sam mengungkapkan, grup Bimbo memilih beristirahat sementara sejak wafatnya Acil Bimbo pada 1 September 2025 lalu.
Menurutnya, banyak lagu Bimbo memang sangat melekat dengan karakter vokal Acil.
“Mayoritas lagu Bimbo yang menyanyikan Acil. Setiap bikin lagu kami sudah tahu ini cocok suara siapa. Suara saya dan Acil berbeda kunci,” jelasnya.
Namun begitu, Kang Sam memastikan Bimbo berencana kembali tampil sekitar Agustus mendatang dengan karya-karya baru bertema sosial.
“Sekarang kami membuat lagu tematis. Misalnya soal korupsi, tapi disampaikan dengan bahasa seni yang santun,” katanya.
Kisah Lagu Kritik Sosial hingga Dipanggil Terkait ‘Tante Sun’
Sebagai grup musik yang dikenal dengan lirik puitis dan sarat makna, Bimbo tak hanya menciptakan lagu cinta maupun religi, tetapi juga kritik sosial. Salah satu karya yang sempat menjadi sorotan adalah lagu Tante Sun.
Kang Sam menjelaskan lagu tersebut sejatinya menggambarkan fenomena sosial masyarakat elite pada masa itu.
“Orang bingung Tante Sun ini siapa. Padahal kami membuatnya umum saja, tidak bermaksud khusus ke siapa pun,” ujarnya.
Ia juga meluruskan rumor lama soal dirinya disebut pernah ditangkap akibat lagu tersebut.
“Tidak ada penangkapan. Memang sempat dipanggil dan dimintai keterangan baik-baik,” katanya.
Kang Sam bahkan mengenang pengalaman tampil di Istana Negara dan bertemu langsung dengan Soeharto bersama Siti Hartinah.
Sempat ‘Ditahan’ Saat Masuk Istana
Ada pula pengalaman unik yang masih membekas di ingatan Kang Sam saat menghadiri acara kenegaraan di Istana.
Kala itu, dirinya bersama Acil sempat diminta duduk di bagian belakang oleh petugas keamanan meski hadir sebagai tamu resmi.
“Saya dan Acil sempat ngambek mau pulang,” kenangnya sambil tertawa.
Namun setelah acara selesai, protokol justru memanggil Bimbo untuk berdialog langsung dengan Presiden Soeharto.
“Saya lihat muka security celingukan. Dalam hati saya bilang, baru tahu ya siapa saya,” ujarnya sambil tersenyum mengenang masa lalu.
Tetap Berkarya di Musik dan Seni Lukis
Tak berhenti di musik, Kang Sam juga masih aktif melukis. Lulusan seni rupa ITB itu kini tengah menyiapkan lima lagu baru dengan nuansa lebih modern agar dekat dengan generasi muda.
“Saya kepengen membuat lagu yang bertema, mendalam, dan bermanfaat,” harapnya.
Di dunia seni rupa, Kang Sam mulai mengeksplorasi aliran abstrak setelah sebelumnya banyak melukis karya naturalis. Sejumlah lukisannya bahkan telah terpajang di Gedung MPR RI, Kedutaan Besar Indonesia di Bangkok hingga Gedung PLN Bandung.
“Saya ingin pameran lagi, kalau tidak tahun ini paling lambat tahun depan, insya Allah,” tuturnya.
Sementara itu, sang istri, Rubaah, menggambarkan Kang Sam sebagai sosok suami sederhana yang jauh dari kehidupan glamor.
“Rata-rata personel Bimbo itu tidak pegang uang. Paling buat rokok dan ongkos saja. Tidak ada yang aneh-aneh,” katanya.
Bagi penggemar musik Bimbo, karya-karya grup asal Bandung ini dinilai tetap relevan lintas generasi karena kekuatan liriknya yang puitis dan sarat pesan moral.
“Liriknya indah, bermakna, seperti bercerita. Sampai sekarang tidak pernah bosan didengar,” ujar mantan Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi.


Tinggalkan Balasan