FEM Indonesia, Jakarta – PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di OCBC Tower, Jakarta. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui sembilan agenda utama, termasuk penggunaan laba bersih, pembagian dividen, hingga perubahan susunan pengurus.

Salah satu keputusan penting adalah penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp5,06 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham (20,42%) dibagikan sebagai dividen tunai. Sementara itu, Rp1 miliar dialokasikan sebagai cadangan umum dan sisanya ditetapkan sebagai laba ditahan.

Selain itu, perseroan juga menyetujui aksi pembelian kembali saham (buyback) sebanyak 438.000 saham yang akan dialihkan untuk program remunerasi variabel sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam RUPST ini, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus. Parwati Surjaudaja kembali diangkat sebagai Presiden Direktur hingga RUPST 2029, sementara Pramukti Surjaudaja tetap menjabat sebagai Presiden Komisaris. Sejumlah anggota direksi dan komisaris lainnya juga kembali diangkat sesuai masa jabatan masing-masing.

Dalam keterangannya, Parwati Surjaudaja menyampaikan bahwa kinerja OCBC sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan yang berkualitas di tengah tantangan global. Bank tetap menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit yang selektif, pengelolaan risiko, serta penguatan dana murah (CASA) dan basis nasabah.

“Langkah OCBC menjadi perusahaan induk konglomerasi keuangan merupakan upaya memperkuat tata kelola dan manajemen risiko yang terintegrasi, sekaligus meningkatkan sinergi bisnis dan daya saing,” ujarnya.

Secara kinerja, OCBC mencatat pertumbuhan positif pada sejumlah indikator utama. Laba bersih mencapai Rp5,1 triliun atau tumbuh 4% secara tahunan. Dana giro dan tabungan (CASA) meningkat signifikan 24% menjadi Rp141,1 triliun, sementara total dana pihak ketiga tumbuh 18% menjadi Rp243,5 triliun. Total aset juga naik 10% menjadi Rp